Review Film The Odyssey (2026): Terombang-ambing di Lautan Rasa Bersalah Odysseus!
- 16 Jul 2026 17:27 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - The Odyssey film panjang ke-13 karya sutradara idealis Christopher Nolan resmi tayang di jaringan bioskop Indonesia pada Rabu 15 Juli 2026. Film ini merupakan produksi pertama di dunia yang seluruh adegannya direkam menggunakan kamera film IMAX, berikut adalah ulasannya untuk anda.
Berangkat dari puisi epik Yunani kuno karya Homer, The Odyssey menjelma menjadi film panjang berdurasi panjang yaitu 2 jam 52 menit atau 172 menit yang berhasil memukau penonton tanpa harus merasakan kelelahan apalagi bosan. Ceritanya sendiri sederhana, yaitu keinginan salah satu raja Yunani Odysseus untuk pulang dan perjalanannya pulang setelah berhasil memenangkan Perang Troya.
Nolan benar-benar membuat rumitnya mitologi Yunani, menjadi hal yang dapat dirasakan semua penonton dan sesuai keahliannya yang selama ini dikenal lewat pendekatan psikologis dari tiap filmnya. Hal ini terbukti dengan skor kritikus yang masif sebesar 98% di Rotten Tomatoes, bahkan mampu melewati capaian film Oppenheimer.
Baca juga:
Review Film Human Resource (2025): Menjerat Rasa Aman dengan Cara Tidak Nyaman!
Meski tetap menampilkan sequence perang lengkap dengan adegan-adegan sadistiknya, The Odyssey nyatanya menjelma menjadi film anti-perang lewat perenungan karakter utamanya, juga tokoh utama dibalik kemenangan bangsa Sparta atas Troy. Kemegahan visual dan audio tersaji nyaris tanpa henti, di semua adegan untuk semua karakter.
Perasaan terombang-ambing penulis rasakan bersama usaha bertahun-tahun Odysseus untuk pulang ke pelukan istri, anak hingga rakyatnya. Khususnya keseluruhan perjalanan di atas perahunya, rasa mual, kedinginan dan takut seolah keluar dan menghampiri perasaan penulis di sepanjang durasi.
Belum lagi jika bicara kualitas jajaran pemerannya, tidak ada yang meleset dari tujuan, utamanya delivery keculasan dan kecurangan dari seorang Robert Pattinson. Makhluk-makhluk mitologi Yunani yang dimunculkan benar-benar terlihat riil, seolah mereka bukanlah karangan apalagi produk tipuan gambar dari CGI atau Computer-Generated Imagery.
Baca juga:
Rekomendasi Anime: Ao Ashi (2022), Anime Sepak Bola Realistis!
Konflik demi konflik yang harus dialami tiap karakternya terasa amat kuat dan penuh motivasi, sehingga mampu memunculkan simpati hingga empati yang pas dari penonton. Kemegahan keseluruhan produksi film ini bahkan dapat terwakilkan hanya dengan memperhatikan riasan Anne Hathaway sebagai Penelope atau istri dari Odysseus di dua masa, yaitu muda dan tuanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....