Analog Bag, saat Buku Kembali Dibawa

  • 27 Jun 2026 07:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tren "analog bag" mulai menarik perhatian generasi muda di berbagai negara sepanjang 2026. Tas yang sebelumnya identik dengan gawai dan aksesori digital kini mulai diisi buku, notebook, kamera analog, hingga alat tulis sebagai bagian dari gaya hidup yang lebih sadar terhadap penggunaan layar.

Fenomena ini berkembang di tengah meningkatnya keinginan anak muda untuk mengurangi kebiasaan "doom scrolling" dan lebih menikmati aktivitas offline. Buku bacaan, jurnal, teka-teki silang, hingga kamera saku menjadi beberapa barang yang kini banyak dibawa saat bepergian.

Dilansir dari The Guardian (9/1/2026), tren "analog bag" muncul sebagai respons terhadap kebiasaan menggunakan ponsel secara berlebihan. Tas tersebut diisi berbagai aktivitas non-digital yang dapat menjadi alternatif saat seseorang memiliki waktu luang, sehingga tidak selalu bergantung pada telepon pintar.

Tidak sedikit anak muda memanfaatkan waktu menunggu di kafe, transportasi umum, atau ruang tunggu dengan membaca buku maupun menulis catatan. Kebiasaan tersebut dinilai mampu membantu menjaga fokus sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap media sosial.

Sementara itu, dalam artikel Vouge adria (3/2/2026) menyebut "analog bag" sebagai bagian dari tren kembali ke aktivitas analog. Selain buku dan notebook, banyak pengguna juga membawa kamera digital lawas, majalah cetak, hingga permainan sederhana sebagai pengganti waktu layar.

Perubahan isi tas tersebut mencerminkan gaya hidup yang mulai lebih seimbang. Teknologi tetap digunakan, tetapi aktivitas analog kembali mendapat tempat dalam keseharian.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....