Kenapa Anak Muda Mulai Mematikan Notifikasi?

  • 27 Jun 2026 06:43 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Kebiasaan mematikan notifikasi aplikasi kini semakin banyak dilakukan anak muda. Langkah tersebut bukan sekadar untuk mencari ketenangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengelola fokus dan mengurangi gangguan saat beraktivitas.

Di tengah tingginya penggunaan media sosial dan aplikasi pesan instan, notifikasi terus bermunculan sepanjang hari. Kondisi ini membuat banyak orang memilih hanya mengaktifkan pemberitahuan dari aplikasi yang benar-benar penting.

Dilansir dari artikel Telkom University Jakarta (24/4/2026), setiap notifikasi dapat memicu beban mental karena otak terus dipaksa mengambil keputusan, seperti apakah pesan tersebut perlu segera dibuka atau ditunda. Kebiasaan tersebut, jika berlangsung terus-menerus, berpotensi memengaruhi konsentrasi dan produktivitas.

Perubahan perilaku ini juga terlihat dari semakin banyaknya pengguna yang memanfaatkan fitur Focus Mode, Do Not Disturb, hingga ringkasan notifikasi di ponsel. Fitur-fitur tersebut membantu pengguna mengurangi interupsi tanpa harus benar-benar memutus komunikasi dengan orang lain.

Sementara itu, Kompas.com (17/4/2025) turut membagikan sejumlah cara menjaga digital wellbeing, salah satunya dengan mematikan notifikasi yang tidak penting dan memanfaatkan fitur Bedtime Mode. Langkah sederhana tersebut dinilai dapat membantu mengurangi distraksi selama menjalani aktivitas sehari-hari.

Bagi sebagian anak muda, ponsel kini tidak lagi harus selalu menuntut perhatian setiap saat. Mengatur notifikasi menjadi salah satu cara sederhana untuk menciptakan ruang yang lebih tenang di tengah aktivitas digital.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....