Totalitas Pemain Film 'Para Perasuk' demi Peran Mendalam
- 15 Apr 2026 08:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Film Para Perasuk siap menyapa penonton dengan pendekatan akting yang tidak biasa. Para pemainnya menjalani berbagai persiapan ekstrem demi mendalami karakter yang sarat nuansa budaya dan spiritual.
Film bergenre drama ini disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dan diproduseri oleh Siera Tamihardja, Iman Usman, serta Amalia Rusdi. Dilansir dari kanal resmi YouTube Para Perasuk, film ini mengisahkan Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan.
Tradisi ini bukan hanya ritual, tetapi juga hiburan yang telah mengakar dalam kehidupan warga. Ketika mata air keramat tempat para Perasuk mencari roh terancam digusur, Bayu (20) bertekad menjadi Perasuk utama.
Ia ingin memimpin pesta besar demi mengumpulkan dana untuk menyelamatkan mata air tersebut. Namun, dalam perjalanannya, Bayu menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup untuk menjadi Perasuk sejati, apalagi untuk menyelamatkan desa yang ia cintai.
Demi menghadirkan cerita yang autentik, para pemain menjalani proses latihan yang tidak biasa. Dilansir dari unggahan Instagram masing-masing pemain, mereka melakukan berbagai eksplorasi fisik hingga spiritual.
Angga Yunanda, misalnya, ia memerankan tokoh Bayu dengan mempersiapkan diri lewat belajar memainkan alat musik tradisional seperti slompret. Tak hanya itu, ia juga sempat menjalani pengalaman menjadi “manusia silver” untuk memahami ekspresi tubuh ekstrem, hingga berlatih teknik respons refleks seperti “melatah” yang disesuaikan dengan karakter kerasukan dalam film.
Sementara itu, Maudy Ayunda berperan sebagai Laksmi, mendalami perannya dengan mempelajari berbagai gerakan tari yang merepresentasikan karakter roh. Ia berlatih menghidupkan ekspresi tubuh yang berbeda-beda, seolah dirasuki entitas yang beragam.
Di sisi lain, Bryan Domani memerankan tokoh Ananto, menunjukkan dedikasinya dengan belajar memainkan alat musik tam-tam selama dua bulan penuh. Latihan ini dilakukan untuk memperkuat nuansa ritual dalam adegan-adegan penting film.
Tak kalah serius, Chicco Kurniawan sebagai Pawit, berlatih bermain gitar dengan bantuan metronome guna mencapai ritme yang presisi, menyesuaikan dengan atmosfer adegan yang intens dan emosional. Menariknya, unsur suara juga menjadi perhatian penting.
Anggun C. Sasmi berperan sebagai Guru Asri ini terlibat sebagai pengisi suara 20 mantra roh binatang yang digunakan dalam film. Kehadirannya memberikan warna magis sekaligus memperkuat dimensi spiritual dalam cerita.
Pendekatan ini dilakukan untuk menciptakan pengalaman sinematik yang tidak hanya visual, tetapi juga emosional dan kultural. Sutradara ingin memastikan bahwa setiap adegan terasa hidup dan memiliki kedalaman makna, terutama karena film ini mengangkat tradisi lokal yang jarang dieksplorasi secara mendalam di layar lebar.
Latihan intens tersebut menjadi bagian dari proses transformasi aktor agar mampu menyatu dengan karakter, bukan sekadar memerankannya. Dengan kombinasi cerita yang kuat, pendekatan budaya yang autentik, serta totalitas para pemain, Para Perasuk menjadi salah satu film yang layak dinantikan tahun ini.
Penasaran bagaimana mereka menghidupkan peran-peran tersebut? Saksikan langsung di bioskop mulai 23 April 2026. (Febriana/UGJ Cirebon)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....