Review Film Hamnet (2025): Menyusup ke Urusan Domestik William Shakespeare, Pelik!

  • 02 Apr 2026 09:49 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ketokohan atau figur dari sosok-sosok penting yang dikenal dunia umumnya akan menjadi daya tarik bahkan kekuatan bagi sebuah karya film. Hal tersebut tidak berlaku bagi film Hamnet (2025), karena, alih-alih menjadikan William Shakespeare tokoh utamanya, film ini justru menawarkan sudut pandang dari istri sang dramawan, penyair, dan aktor Inggris yang dianggap sebagai penulis besar dunia itu.

Memilih sosok Agnes (Anne Hathaway), dan kehidupan rumah tangga dari sosok sebesar William Shakespeare untuk ditonjolkan, membuat Hamnet justru tampil sebagai film non-biopik unik. Berikut adalah ulasan singkat dan ringan untuk film yang diangkat dari novel best-seller karya Maggie O’Farrell dengan judul yang sama.

Film ini sudah unggul sejak kursi sutradaranya diserahkan kepada salah satu sutradara perempuan yang rekam jejaknya teruji dalam menyutradai film-film dengan karakter utama perempuan. Chloé Zhao membuktikannya dengan capaiannya di berbagai ajang penghargaan internasional untuk film Hamnet.

Hamnet sendiri, benar-benar setia untuk sepenuhnya memberikan porsi sorotan kepada Agnes yang diperankan oleh Jessie Buckley. Empati dan keberpihakan tersebut menjadikan Hamnet lebih relevan bagi siapapun yang juga merasakan kehidupan rumah tangga penuh kompleksitas.

Keseriusan lainnya, dapat dilihat dari bagaimana nama sebesar William Shakespeare hanya disebut satu kali, itupun bukan untuk mengangkat kebesarannya. Plot utama Hamnet sendiri terinspirasi dari kisah nyata kematian putra tunggal Shakespeare yang bernama Hamnet pada usia 11 tahun, yang diduga akibat wabah pes.

Perasaan anda akan seolah-seolah diperas di banyak kesempatan dalam film ini, baik lewat cerita, visual, audio, dialog hingga kekuatan akting para pemainnya. Perasaan itu kemudian akan membuat anda merasa hampa, hingga merasa tidak mampu melanjutkan film hingga akhir, namun, percayalan anda akan bertahan tanpa penyesalan.

Pemenang kategori film terbaik piala Oscar ini, memahami betul cara membuat anda merasakan tiap jengkal jarak dari satu emosi ke emosi lainnya. Tidak disarankan bagi anda untuk menonton film ini dalam keadaan letih, karena aftertastenya, akan mengkuadratkan keletihan yang sudah anda miliki tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....