Edukasi Konsumen Dinilai Penting untuk Kenalkan Karakteristik Batik

  • 07 Okt 2026 12:08 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Edukasi kepada masyarakat dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman tentang perbedaan batik dengan produk bermotif batik. Upaya tersebut menjadi salah satu cara yang dilakukan perajin batik Cirebon dalam menghadapi persaingan produk di pasaran.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Batik P3BC Cirebon, Subroto mengatakan, masyarakat perlu memahami karakteristik batik yang dibuat melalui proses khusus. Menurutnya, pemahaman tersebut dapat membantu konsumen lebih cermat dalam memilih produk batik.

“Sebenarnya untuk gempuran produk palsu, banyak sekali masyarakat ataupun pemangku wilayah takut dengan produk-produk China, dengan produk-produk batik massal, sebenarnya kami enggak takut,” ujar Subroto dalam Dialog Cirebon Menyapa, Jumat 2 Oktober 2026.

Ia menilai, edukasi kepada konsumen menjadi bagian penting untuk menghadapi peredaran produk yang hanya menyerupai batik. Masyarakat perlu memahami bahwa batik memiliki proses pembuatan yang berbeda dengan kain yang sekadar memiliki gambar atau motif menyerupai batik.

Menurutnya produk massal memang dapat memberikan sedikit pengaruh terhadap kapasitas penjualan batik. Namun, batik memiliki pasar tersendiri karena terdapat konsumen yang memahami nilai di balik proses pembuatannya.

Ia menjelaskan, konsumen batik tidak hanya membeli kain untuk kebutuhan fesyen. Konsumen juga menghargai sejarah dan proses kreatif yang dilakukan para perajin dalam menghasilkan setiap karya.

“Klien-klien kami itu ngerti karena batik itu hidup. Mereka dibikin itu bukan hanya untuk fashionable, tapi ada sejarah dari si pengrajin, ada nurani dari para seniman-seniman batik,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara batik dan produk yang menyerupai batik sebelum menentukan pilihan. Karena itu, edukasi konsumen dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.

P3BC Cirebon terus melakukan edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, baik di dalam maupun luar daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsumen sekaligus menjaga keberadaan batik sebagai bagian dari warisan budaya.

Dengan pemahaman yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya mempertimbangkan harga ketika membeli batik. Konsumen juga dapat memperhatikan proses, nilai budaya, dan karya perajin yang terdapat di balik setiap lembar kain batik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....