Efisiensi Produksi Jadi Strategi Mahasiswa Kelola Bisnis Kuliner

  • 30 Sep 2026 18:37 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Menjalankan bisnis sambil kuliah membuat Nadwah Mumtazah menerapkan pembagian waktu dan sistem kerja agar kegiatan akademik tetap berjalan. Mahasiswa semester tiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon tersebut mengelola dua usaha kuliner, yakni HalaDimsum dan Bakedbyhala.

Ia mengatakan, jadwal kuliah yang berlangsung empat hari dalam sepekan membuatnya memanfaatkan hari lainnya untuk mengelola usaha dan memantau produksi. “Saya ada kelas empat kali seminggu, lalu saya bebas selama tiga hari. Jadi, untuk minggu ini, saya fokus pada studi saya. Saya sudah punya karyawan, jadi pada hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, semuanya sudah diurus,” ujarnya dalam program Beranda Astacita “UMKM Berbicara”, pada Senin 28 September 2026.

Ia menjelaskan, karyawan membantu menangani produksi dan menjaga stan ketika dirinya mengikuti perkuliahan. Sementara pada akhir pekan, ia biasanya turun langsung menjaga tempat usaha.

Produksi makanan juga tidak dilakukan setiap hari. Menurutnya, produksi dilakukan sekitar tiga kali dalam sepekan agar lebih efisien, sementara produk yang telah dibuat disiapkan sebagai stok untuk penjualan. “Tidak setiap hari. Mungkin tiga kali seminggu untuk produksi. Jadi lebih efisien,” katanya.

Untuk dimsum, proses produksi dilakukan dari awal, termasuk membuat isian sendiri. Produk kemudian disimpan dalam freezer sebelum dibawa ke stan untuk dikukus kembali ketika akan dijual.

Ia menyebut produksi dimsum saat ini dapat mencapai sekitar 300 buah dalam satu kali produksi. Jumlah tersebut berbeda jauh dibandingkan masa awal usaha ketika pesanan melalui sistem pre-order dapat mencapai sekitar 300 hingga 500 porsi dalam sehari.

Selain pembagian waktu, konsistensi produk juga dijaga dengan menggunakan resep dan takaran yang telah ditentukan. Menurutnya setiap bahan harus ditimbang agar rasa dan tekstur produk tetap konsisten.“Setiap kali saya ingin membuat sesuatu, saya harus punya resepnya dan saya menimbang semuanya. Jadi, harus sesuai dengan pengukuran asli,” ucapnya.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian dalam proses produksi. Ia mengatakan, pihaknya menerapkan prosedur kebersihan, seperti menggunakan penutup kepala, mencuci tangan, serta menggunakan sarung tangan ketika diperlukan.

Di tengah aktivitas kuliah dan usaha, Ia juga berusaha menjaga waktu istirahat dan bersosialisasi. Ia mengatakan, memiliki karyawan membuat kegiatan usaha tetap berjalan ketika dirinya sedang menghabiskan waktu bersama teman.“Saya menghadapinya adalah dengan keluar rumah, nongkrong, menghabiskan waktu bersama teman-teman. Produksi tetap berjalan karena bisnis tetap punya karyawan,” katanya.

Nadwah berharap usaha yang dibangun sejak masih menjadi mahasiswa tersebut dapat terus berkembang. Ia juga berencana memperkuat bisnis melalui konsistensi kualitas, pengembangan merek, serta pemanfaatan platform digital untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....