Kelompok Tani Kuningan Kembangkan Kopi Arabika Buana Ciremai
- 17 Sep 2026 14:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pengembangan petani kopi di Kabupaten Kuningan terus diarahkan untuk memperluas produksi dan pasar, salah satunya melalui Kelompok Tani Pasir Tengah di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur yang menjadi salah satu mitra binaan Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon. Pendampingan BI turut mendukung petani dalam pengembangan kopi dari hulu hingga hilir, termasuk penyediaan sarana produksi, peningkatan kualitas, serta pembukaan akses pemasaran ke pasar yang lebih luas.
Manager Kopi Botanika sekaligus Ketua Kelompok Tani Pasir Tengah, Robi, mengatakan kelompoknya mengembangkan kopi Arabika, Robusta, dan Liberika dengan Arabika menjadi jenis yang paling dominan. Saat ini, kelompok tersebut melibatkan sekitar 30 petani dan terus mengembangkan perkebunan kopi untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pemasaran.
“Arabika, Robusta, Liberika kita ada semua. Cuman untuk proses yang lebih besar itu di perkebunannya itu hampir di Arabika hampir 70%, bahkan 80% dominasinya Arabika,” kata Robi.
Perluasan pasar kopi Buana Ciremai kini tidak hanya menyasar berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mulai masuk ke pasar ekspor. Robi mengatakan pemasaran kopi tersebut telah menjangkau Thailand dan Jepang, sementara sebagian pelaku kopi lainnya dari wilayah tersebut juga mulai masuk ke pasar Amerika.
“Thailand, terus Jepang. Terus ada sebagian teman kita masuk ke Amerika dan sebagian setiap kota di wilayah Indonesia itu juga sudah masuk,” ujar Robi.
Robi mengatakan terbukanya akses pasar menjadi salah satu manfaat yang dirasakan petani sejak mendapat pendampingan Bank Indonesia. Menurutnya, dukungan tersebut membantu membuka peluang pemasaran yang sebelumnya menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan kopi di Kuningan.
“Iya, peluang pembukaan pasar. Ya, alhamdulillah sekarang didampingi dengan BI, alhamdulillah untuk pemasaran ya mulai terbuka gitu,” ucap Robi.
Dukungan Bank Indonesia juga diberikan melalui penyediaan sarana dan pendampingan untuk memperkuat pengembangan kopi dari tingkat petani hingga pascapanen. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, mengatakan penguatan dilakukan agar produktivitas dan kualitas kopi yang dihasilkan petani semakin meningkat.
“Dari sisi hulu, kita lakukan pendampingan ya dari penguatan kelembagaan, termasuk bagaimana kita mendorong mereka untuk digitalisasi dan lain-lain. Terus, dari sisi untuk peningkatan kualitas, kami memang memfasilitasi sarana prasarana gitu ya untuk meningkatkan bagaimana pasca panen ini juga kualitasnya lebih meningkat,” ujar Wihujeng.
Wihujeng mengatakan pendampingan juga dilanjutkan pada sisi hilir melalui promosi dan pemasaran di tingkat nasional maupun internasional. Perluasan pasar tersebut diharapkan semakin meningkatkan nilai ekonomi kopi Buana Ciremai sekaligus memberikan manfaat bagi petani kopi di kawasan lereng Gunung Ciremai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....