Dorong Kemandirian, UMKM Pesantren di Kota Cirebon Dilatih Digital Marketing

  • 29 Jun 2026 15:31 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Pemerintah Kota Cirebon mendorong penguatan kemandirian ekonomi pondok pesantren melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam kegiatan Upskilling UMKM Pondok Pesantren Jawa Barat yang digelar di Pondok Ilmu Derma Agung (PIDERMA), Kelurahan Argasunya, Kamis, 25 Juni 2026. Kegiatan hasil kolaborasi PT Pertamina EP Zona 7, SKK Migas, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), ISKI, dan sejumlah pemangku kepentingan itu dihadiri Wali Kota Cirebon Effendi Edo.

Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan pondok pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan agama sekaligus pembentukan karakter generasi muda, sehingga perlu diperkuat melalui kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, unit usaha di lingkungan pesantren harus dikelola secara profesional agar mampu berkembang dan bersaing di tengah perubahan pasar.

Effendi Edo mengatakan penguatan ekonomi pesantren menjadi bagian penting dalam menciptakan lembaga pendidikan yang mandiri. "Pesantren selama ini telah menjadi tempat lahirnya generasi yang berakhlak dan berilmu. Kini saatnya kita memperkuatnya dengan fondasi ekonomi yang sehat. Usaha-usaha yang ada di lingkungan pesantren harus mampu berkembang melalui pengelolaan yang profesional, produktif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman," ujarnya dalam keterangan Senin 29 Juni 2026.

Ia mengapresiasi PT Pertamina EP Zona 7 dan SKK Migas yang menghadirkan program peningkatan kapasitas bagi pelaku UMKM pesantren di Kota Cirebon. Menurutnya, dipilihnya Pondok Ilmu Derma Agung sebagai lokasi pelaksanaan menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi pesantren di daerah.

Effendi Edo menilai materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha saat ini, mulai dari penyusunan harga pokok penjualan, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan digital marketing. Menurutnya, keterampilan tersebut menjadi bekal penting agar UMKM pesantren mampu meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan praktisi bisnis dan akademisi yang memberikan pendampingan kepada peserta selama kegiatan berlangsung. "Pemerintah Kota Cirebon siap menjadi mitra yang mendukung tumbuhnya UMKM pesantren. Tugas kami adalah menciptakan iklim usaha yang kondusif sehingga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan ekonomi pesantren," katanya.

Pemerintah Kota Cirebon berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan lebih banyak pelaku UMKM pesantren yang profesional, adaptif terhadap teknologi digital, serta mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di daerah. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga pendidikan juga diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan ekosistem usaha pesantren yang berdaya saing dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....