UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar
- 09 Mei 2026 22:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - PT Pertamina (Persero) mencatatkan capaian gemilang dalam ajang Inabuyer B2B2G Expo 2026 dengan total transaksi dan potensi bisnis UMKM binaan sebesar Rp10,6 miliar. Nilai tersebut terdiri dari transaksi retail Rp1,8 miliar dan potensi business matching Rp8,8 miliar.
Capaian tersebut menegaskan keberhasilan Pertamina dalam mendorong UMKM naik kelas, memperluas akses pasar, dan memperkuat rantai pasok nasional di sektor pemerintah, BUMN, maupun swasta. Pertamina juga dinilai aktif mendukung pertumbuhan UMKM agar lebih kompetitif di pasar nasional.
Partisipasi Pertamina dalam Inabuyer B2B2G Expo 2026 yang berlangsung pada 5-7 Mei 2026 di Gedung SMESCO Exhibition Hall, Jakarta Selatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat rantai pasok nasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi upaya memperluas akses pasar bagi UMKM Indonesia.
Pada ajang tersebut, Pertamina meraih penghargaan sebagai perusahaan dengan transaksi buyer potensial terbanyak. Penghargaan itu semakin menegaskan peran aktif Pertamina dalam mendorong pertumbuhan UMKM nasional.

Sebanyak lima UMKM binaan, yakni Agrominafiber, Meraki Cipta Rasa, Novio Fresh, Rendang Gadih, dan Otrahum mendapat perhatian besar dari buyer maupun pengunjung. Kualitas produk dan inovasi menjadi nilai tambah daya saing UMKM sehingga mampu diterima di pasar nasional.
Selain sebagai peserta pameran, Pertamina juga memfasilitasi enam UMKM binaan untuk mengikuti sesi business matching bersama buyer potensial dari sektor pemerintah, BUMN, dan swasta. Keenam UMKM tersebut yakni Glory Nine Degrees, Sambal Ning Niniek, Cangcomak, Sanrah Food, Miniesq, dan Sambal Lauk Mak Fau.
Momentum tersebut membuka peluang kerja sama bisnis jangka panjang sekaligus memperluas peluang UMKM untuk masuk ke rantai pasok nasional secara berkelanjutan. Pertamina menilai business matching menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat daya saing UMKM.
VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron mengatakan, Pertamina terus memperkuat program pembinaan UMKM agar mampu naik kelas dan menjadi bagian penting dalam ekosistem ekonomi nasional. Menurutnya, pembinaan tidak hanya difokuskan pada peningkatan kapasitas, tetapi juga akses pasar dan kolaborasi usaha.
“Pertamina berkomitmen menghadirkan program pembinaan yang tidak hanya meningkatkan kapasitas UMKM, tetapi juga membuka akses pasar dan peluang kolaborasi yang lebih luas. Inabuyer menjadi momentum strategis agar UMKM binaan dapat terhubung langsung dengan buyer potensial dan masuk ke rantai pasok nasional,” ujar Baron.

Kegiatan tersebut juga ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) oleh UMKM Agrominafiber dan Rendang Gadih. Langkah tersebut dinilai strategis dalam memperluas pengembangan usaha UMKM binaan Pertamina.
Owner Rendang Gadih, Brigita Lydia Syahniva menyampaikan, dukungan Pertamina memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kepercayaan pasar dan pengembangan bisnis UMKM. Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Pertamina membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha.
“Melalui pendampingan Pertamina, kami mendapatkan banyak peluang untuk memperluas pasar dan membangun jejaring bisnis yang lebih besar. Kehadiran di Inabuyer menjadi momentum penting bagi UMKM kami untuk semakin dikenal dan dipercaya oleh buyer dari berbagai sektor,” ujar Brigita.

Melalui Inabuyer B2B2G Expo 2026, Pertamina terus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi kerakyatan. Selain itu, Pertamina juga mendorong terciptanya UMKM yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....