Hari Koperasi ke-79, Pakar Cirebon Pacu Optimisme Ekonomi Desa

  • 14 Jul 2026 22:05 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Keberhasilan implementasi Program Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih di tingkat lokal tidak hanya bergantung pada pembentukan kelembagaan baru. Program nasional ini dinilai memerlukan kolaborasi kuat antara Koperasi Unit Desa (KUD), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan koperasi bentukan pemerintah agar mampu memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan.

Guru Besar Ekonomi Syariah Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon Prof Dr Abdul Aziz menegaskan pentingnya kolaborasi tersebut. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi kunci utama agar program ini dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi desa.

Dikatakannya setiap desa memiliki potensi ekonomi yang berbeda sehingga pengelola koperasi perlu mampu memetakan dan mengembangkan potensi tersebut melalui tata kelola yang baik. Ia menilai pemerintah desa juga harus memiliki optimisme dalam mengelola seluruh sumber daya yang tersedia agar koperasi dapat berkembang secara berkesinambungan.

"Di Hari Koperasi ini paling tidak membangkitkan lagi optimisme terhadap pemberdayaan masyarakat desa secara berkelanjutan," ujar Abdul Aziz kepada RRI, Senin, 13 Juli 2026.

Baca juga: Strategi Perkuat Koperasi Cirebon: Rangkul Anak Muda dan UMKM

Ia mengatakan pengelolaan koperasi tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri karena berbagai lembaga ekonomi desa memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh sebab itu, koordinasi dan kerja sama antarlembaga dinilai menjadi faktor penting untuk menghindari persaingan yang justru menghambat perkembangan ekonomi desa.

"Kalau misalnya ada tiga, harus bisa saling berkolaborasi. Tanpa ada kolaborasi dari tiga itu, maka akan sulit untuk memberikan keberlanjutan," kata Abdul Aziz.

Baca juga: KUD dan Koperasi Merah Putih Didorong Bersinergi Saling Melengkapi

Selain membangun kolaborasi, Abdul Aziz menilai peningkatan kapasitas manajerial dan tata kelola koperasi juga harus menjadi perhatian agar lembaga tersebut mampu meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah. Menurutnya, koperasi dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi apabila dikelola secara profesional sesuai prinsip-prinsip organisasi yang baik.

Ia menambahkan keberlanjutan program harus menjadi prioritas sehingga koperasi tidak hanya aktif selama masa pelaksanaan program pemerintah, tetapi mampu terus berkembang setelah program tersebut berakhir. Dengan demikian, manfaat koperasi dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang melalui peningkatan aktivitas ekonomi desa.

Abdul Aziz berharap tema Hari Koperasi Nasional ke-79, "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya", dapat diwujudkan melalui penguatan kolaborasi antarlembaga ekonomi desa, peningkatan kualitas tata kelola, serta pemberdayaan UMKM agar koperasi semakin berdaya saing. Menurutnya, keberhasilan koperasi akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....