Program Seruni Hidupkan Tenun Indramayu saat Ramadan

  • 30 Mar 2026 18:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Bulan Ramadan telah berlalu, namun manfaatnya masih dirasakan para pemintal benang mitra binaan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan. Semangat berkarya dan kebersamaan tercermin dalam Program Seruni (Seni Terpadu Tenun Indramayu) yang diinisiasi sejak 2024.

Program ini berlokasi di Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Sebanyak delapan penenun terlibat dalam program pemberdayaan yang mendukung pelestarian tenun tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi.

Tenun Indramayu merupakan warisan budaya lokal yang memiliki nilai sejarah dan estetika tinggi. Namun, keberadaannya belum sepopuler sentra tenun di daerah lain sehingga perlu upaya pelestarian.

Melalui Program Seruni, Kilang Balongan memberikan pembinaan kepada para pengrajin. Pembinaan meliputi pelatihan menenun, peningkatan desain, serta pendampingan usaha bagi ibu rumah tangga.

Selama Ramadan, aktivitas pengrajin tetap berlangsung dengan suasana kebersamaan. Momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan melalui kegiatan berbuka puasa bersama.

Kreativitas pengrajin berkembang dengan menghadirkan berbagai produk tenun. Produk tersebut meliputi busana, selendang, tas, hingga suvenir khas daerah.

Kelompok Seruni juga menghadirkan inovasi dengan koleksi tenun bernuansa Lebaran. Motif yang dihadirkan lebih cerah dan elegan untuk busana Hari Raya Idulfitri.

Keberhasilan kelompok ini tidak lepas dari peran ketua kelompok, Daskinah. Ia aktif mengarahkan anggota untuk terus berinovasi dalam menciptakan motif dan desain.

Kreativitas pengrajin berkembang seiring masukan dari pelanggan. Produk yang dihasilkan kini lebih variatif dan memiliki sentuhan modern.

Area Manager Communication, Relation & CSR RU VI Balongan Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga, Cecep Supriyatna, dalam keterangannya pada Senin, 30 Maret 2026 mengatakan program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan. Program tersebut dijalankan secara konsisten untuk memberdayakan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melalui pendampingan berkelanjutan, program ini diharapkan terus berkembang. Selain melestarikan budaya, program ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.



google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....