Pelaku Ekraf Indramayu Dorong Kolaborasi Sektor Swasta
- 26 Jan 2026 10:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kabupaten Indramayu memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, mulai dari kuliner berbasis lokal, kriya, fesyen, hingga produk kreatif berbasis budaya dan digital. Potensi tersebut tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga membuka peluang lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda.
Namun, besarnya potensi ekonomi kreatif tersebut belum sepenuhnya didukung oleh ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan peran aktif sektor swasta sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat, terutama dalam hal investasi, akses pasar, transfer pengetahuan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Salah satu pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Indramayu, Zakki Husni Mubarok, S.Kep., M.Pd., mengungkapkan bahwa dirinya telah menekuni usaha tas rajut dan produk jamu herbal sejak tahun 2015. Hingga kini, kedua lini usaha tersebut masih berjalan dan terus dikembangkan.
“Sejak tahun 2015, alhamdulillah sampai sekarang usaha tas rajut dan jamu kita masih berjalan,” ujarnya kepada RRI Cirebon, Senin, 26 Januari 2026.
Menurut Zakki, keunikan produknya terletak pada konsep handmade dan layanan custom sesuai permintaan konsumen. Produk rajutan yang dihasilkan meliputi tas, sepatu, dompet, hingga aksesori lainnya, sementara produk jamu berupa minuman herbal tradisional dan olahan kesehatan.
“Keunggulan kami ada di custom, sesuai permintaan pelanggan. Bahkan pernah ada permintaan tutup galon dari rajutan. Untuk jamu, kami produksi herbal seperti beras kencur, kunyit asam, wedang rempah, hingga permen minyak kayu putih,” ucapnya menjelaskan.
Dari sisi pasar, Zakki menilai produk ekonomi kreatif berbasis kerajinan memiliki peluang besar, terutama saat dipromosikan melalui pameran yang difasilitasi pemerintah daerah maupun kementerian. Produk handmade dinilai memiliki nilai jual lebih tinggi karena kualitas dan keunikannya.
“Kalau ikut pameran, terutama di luar daerah, peminatnya banyak. Karena handmade itu punya kualitas dan nilai tersendiri dibandingkan produk pabrikan,” ujarnya.
Dalam menjalankan usahanya, Zakki melibatkan keluarga dan pelaku UMKM lainnya sebagai bentuk kolaborasi. Ia menekankan bahwa sinergi antar pelaku ekonomi kreatif menjadi kunci agar usaha dapat bertahan dan berkembang di tengah persaingan.
Penulis: Rena Safira
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....