OJK Cirebon Dorong Budaya Menabung Siswa Sekolah Rakyat melalui SimPel
- 27 Agt 2026 15:22 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mendorong budaya menabung sejak dini melalui pembukaan rekening Simpanan Pelajar (SimPel) bagi siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Cirebon. Program tersebut menjadi bagian dari Peringatan Hari Indonesia Menabung 2026 sekaligus Kick Off Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 yang digelar di SRT 1 Kabupaten Cirebon, Rabu 26 Agustus 2026.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, pembukaan rekening SimPel menjadi langkah konkret untuk mengenalkan layanan keuangan sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan siswa Sekolah Rakyat. “Anak-anak nanti akan dibukakan satu rekening Simpanan Pelajar dan modal awal atau tabungan mereka didanai sebesar Rp30 ribu,” ujarnya.
Menurut Agus, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan akses terhadap rekening tabungan, tetapi juga mendorong siswa untuk memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang yang dimiliki. Kebiasaan tersebut dinilai dapat menjadi bekal bagi siswa dalam mengelola keuangan di masa depan.
“Mudah-mudahan kolaborasi ini paling tidak memicu kita semua, memotivasi kita semua untuk terus mengulurkan tangan, membantu program pemerintah di Sekolah Rakyat ini,” katanya.
Ia menjelaskan, pemilihan siswa Sekolah Rakyat sebagai sasaran program juga berkaitan dengan latar belakang peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, kelompok tersebut perlu mendapatkan dukungan, termasuk dalam memperoleh akses dan edukasi mengenai layanan keuangan.
Ia berharap para siswa yang mulai mengenal kebiasaan menabung sejak sekarang dapat memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik dalam jangka panjang. Dengan demikian, mereka dapat memanfaatkan uang yang dimiliki secara lebih bijak sekaligus mempersiapkan cita-cita di masa mendatang.
“Dengan memiliki pemahaman dan literasi yang baik, terutama dalam menyisihkan keuangan yang mereka miliki, mudah-mudahan itu menjadi sesuatu yang sangat besar buat mereka di kemudian hari,” katanya.
Ia menambahkan, pembukaan rekening SimPel bagi siswa Sekolah Rakyat juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keuangan secara inklusif. Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan dan akses layanan keuangan tidak semestinya hanya dinikmati masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih.
“Bukan berarti hanya orang kaya yang berhak mendapatkan pendidikan yang baik. Seseorang yang kurang mampu juga harus kita rangkul dan kita rajut, mudah-mudahan kelak mereka menjadi orang yang sukses di kemudian hari,” katanya.
Ia memastikan tabungan SimPel yang diberikan dalam kegiatan tersebut berasal dari lembaga jasa keuangan yang telah memperoleh izin dari OJK. Simpanan tersebut juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Semua tabungan SimPel yang hari ini kita berikan merupakan dari lembaga jasa keuangan yang berizin dari OJK dan dijamin oleh LPS,” katanya.
Ia menegaskan, nominal tabungan tidak menjadi persoalan karena tujuan utama program adalah membangun kebiasaan menabung. Bahkan, ketika siswa hanya mampu menyisihkan Rp5 ribu atau Rp10 ribu, kebiasaan tersebut tetap memiliki nilai penting untuk membentuk perilaku keuangan yang baik.
“Ketika tabungan mereka yang mereka tabung mungkin Rp5.000, Rp10.000, pastilah kita awasi dan ketika ada sesuatu terhadap perbankan, maka dijamin. Jadi tetap aman dan juga terpercaya,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....