BI Cirebon Ungkap Beras dan Cabai Masih Jadi Pemicu Utama Inflasi

  • 11 Jul 2026 13:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Prospek ekonomi Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan dan jasa di wilayah Ciayumajakuning dinilai tetap positif. Kondisi ini dapat tercapai sepanjang inflasi mampu dikendalikan dengan baik dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

Hal itu disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Fickry Widya Nugraha, dalam Dialog Publik di Balai Kota Cirebon, Rabu, 8 Juli 2026. Acara bertema "Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon" tersebut diselenggarakan oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon.

Fickry mengatakan Bank Indonesia terus memantau berbagai indikator ekonomi seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, neraca perdagangan, dan pasar keuangan sebagai dasar melihat prospek ekonomi daerah. Menurutnya, inflasi menjadi salah satu indikator penting karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.

Ia menjelaskan pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon yang mencapai 5,4 persen masih berada di atas tingkat inflasi sebesar 2,9 persen sehingga kondisi tersebut masih memberikan ruang bagi peningkatan aktivitas ekonomi. "Pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon 5,4 persen, inflasinya per Juni 2,9 persen. Artinya spread-nya masih cukup untuk pertumbuhan ekonomi sebetulnya," ujar Fickry.

Baca juga: BI Cirebon Sebut Inovasi Daerah Jadi Kunci Penarik Investasi Baru

Namun demikian, ia mengingatkan inflasi harus terus dijaga agar tidak mendekati angka pertumbuhan ekonomi karena akan menekan kemampuan belanja masyarakat. Semakin tinggi inflasi, kata dia, semakin besar pula risiko penurunan daya beli yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Fickry, tekanan inflasi nasional hingga kini masih didominasi oleh kelompok bahan pangan, khususnya komoditas beras dan cabai. "Dua komoditas yang paling sering menjadi penopang atau trigger utama inflasi adalah inflasi beras sama inflasi cabai," kata Fickry.

Baca juga: Peluang Besar, BI Cirebon Pacu Pertumbuhan Ekonomi lewat AI

Karena itu, Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga pasokan pangan melalui kerja sama antardaerah. Upaya tersebut dinilai penting karena Kota Cirebon masih bergantung pada pasokan pangan dari daerah sekitar seperti Indramayu dan Brebes.

Fickry menambahkan pengendalian inflasi tidak dapat dilakukan Bank Indonesia sendiri karena produksi pangan berada di tangan petani dan pemerintah daerah. Kolaborasi seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu menjaga stabilitas harga sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kota Cirebon sebagai pusat perdagangan dan jasa di Ciayumajakuning.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....