BI Cirebon Pastikan Inflasi Awal 2026 di Cirebon dan Majalengka Terjaga Stabil
- 03 Apr 2026 12:02 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Bank Indonesia Cirebon menilai perkembangan inflasi di wilayah Cirebon dan Majalengka pada awal tahun 2026 masih terjaga stabil secara bulanan meskipun secara year-on-year terlihat lebih tinggi akibat faktor baseline tahun sebelumnya. Stabilitas tersebut dinilai sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga pasokan, distribusi, serta komunikasi kepada masyarakat terutama menjelang dan selama momentum Lebaran.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Wihujeng Ayu Rengganis, menjelaskan perbedaan antara inflasi bulanan dan tahunan perlu dipahami secara komprehensif agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di masyarakat. Menurutnya, kenaikan secara year-on-year dipengaruhi faktor teknis yang terjadi pada tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, "Ini kalau kita lihat inflasi, sebenarnya dari Januari, Februari, Maret secara bulanan ini cukup stabil ya di wilayah Cirebon dan Majalengka. Kenapa year-on-yearnya jadi seolah-olah tinggi? Ini ada baseline ketika di awal tahun 2025 kemarin ada diskon kenaikan untuk tarif listrik. Nah, jadi begitu ini baseline-nya hilang, jadi seolah-olah tinggi. Padahal sebenarnya ketika kita lihat bulanannya di Januari, Februari, Maret ini Stabil, bahkan juga tadi kita deflasi" ujarnya kepada RRI Kamis, 2 April 2026.
Lebih lanjut, ia menilai stabilitas inflasi tersebut tidak terlepas dari kerja sama antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta tim pengendali inflasi daerah dan pusat. Sinergi tersebut difokuskan pada upaya menjaga stabilitas harga pangan dan kelancaran distribusi selama periode permintaan tinggi.
Ia menambahkan, "Saya rasa ini adalah kolaborasi dari berbagai upaya berbagai pihak, baik pemerintah daerah, kemudian Bank Indonesia, Bulog, dan lain-lain yang tergabung dalam tim pengendali inflasi daerah maupun tim pengendali inflasi pusat untuk terus menjaga agar stabilitas pangan terjaga di momen yang sangat kuasa dan juga rajin," ucapnya.
Dalam menjaga stabilitas inflasi, Bank Indonesia menerapkan strategi empat K yang mencakup ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi efektif kepada masyarakat. Pendekatan tersebut dilakukan secara terintegrasi untuk mengantisipasi potensi gejolak harga.
Melalui strategi tersebut, BI Cirebon memastikan stok pangan tetap aman, distribusi berjalan lancar, serta masyarakat memperoleh informasi yang tepat agar tidak melakukan panic buying. Dengan kondisi ini, stabilitas harga diharapkan tetap terjaga dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....