Kepala OJK Cirebon: Stabilitas Rupiah Jadi Kunci Serapan Tenaga Kerja
- 10 Jul 2026 09:05 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon, Agus Muntholib, meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memahami dampak kondisi ekonomi global terhadap aktivitas usaha mereka. Hal ini dinilai penting karena konflik geopolitik serta pergerakan nilai tukar rupiah saat ini turut memengaruhi stabilitas ekonomi nasional dan akses pembiayaan.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Dialog Publik bertema "Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon". Kegiatan tersebut digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon di Balai Kota Cirebon pada Rabu, 8 Juli 2026.
Agus menjelaskan konflik yang masih terjadi di Timur Tengah berpotensi memengaruhi jalur perdagangan minyak dunia sehingga berdampak terhadap kenaikan harga energi maupun sejumlah kebutuhan pokok di Indonesia. "Apa pun yang terjadi di luar negeri memang dampaknya tidak secara langsung, tetapi efek dominonya ada," ujar Agus.
Ia mengatakan kondisi tersebut juga berdampak terhadap nilai tukar rupiah yang menjadi salah satu indikator penting bagi iklim investasi nasional. Menurutnya, ketika rupiah melemah sementara mata uang negara lain menguat terhadap dolar Amerika Serikat, minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia dapat berkurang.
Agus menuturkan pemerintah bersama Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, dan lembaga yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi melalui berbagai kebijakan, termasuk penyesuaian suku bunga acuan. Langkah tersebut dinilai mampu memperkuat nilai tukar rupiah sehingga kembali menarik minat investor untuk menempatkan modalnya di Indonesia.
Menurutnya, keberlangsungan investasi menjadi faktor penting dalam menciptakan lapangan kerja baru, termasuk di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan. Ia mengingatkan bahwa kemudahan perizinan dan terciptanya iklim investasi yang kondusif akan berpengaruh terhadap kesempatan kerja bagi lulusan perguruan tinggi.
Selain itu, Agus menyebut pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan pertama 2026 mencapai sekitar 5,6 persen, sedangkan Jawa Barat tumbuh sekitar 5,8 persen dan Kota Cirebon sekitar 5,4 persen. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan perekonomian daerah masih bergerak positif meski menghadapi tekanan ekonomi global.
Melalui forum tersebut, OJK Cirebon mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk terus meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika ekonomi global. Langkah ini diharapkan dapat mendorong mereka dalam memanfaatkan layanan keuangan secara bijak agar mampu menjaga keberlangsungan usaha di tengah ketidakpastian.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....