Gelar Dialog Publik, SMSI Kota Cirebon Bedah Kemandirian Ekonomi Kota Cirebon
- 10 Jul 2026 08:03 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar Dialog Publik bertema "Kemandirian Ekonomi, Tantangan dan Peluang Masa Depan Kota Cirebon" di Balai Kota Cirebon pada Rabu, 8 Juli 2026 mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Cirebon ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-599 Cirebon.
Acara ini menghadirkan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Cirebon, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank BJB, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Melalui sinergi tersebut, dialog publik ini bertujuan untuk membahas penguatan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan literasi keuangan dan literasi digital di kalangan generasi muda.
Ketua SMSI Kota Cirebon periode 2026–2029, Mastari, mengatakan dialog publik tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SMSI, Pemerintah Kota Cirebon, Bank Indonesia, dan OJK yang berawal dari diskusi bersama mengenai kontribusi berbagai pihak dalam mendorong kemajuan daerah. "Awalnya dari diskusi, kemudian menjadi agenda dialog bersama rekan-rekan media untuk memberikan sumbangan pemikiran mengenai apa yang perlu dilakukan bersama-sama, khususnya di bidang ekonomi untuk Kota Cirebon," ujar Mastari.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Cirebon yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut serta kepada Bank Indonesia dan OJK yang mendukung pelaksanaannya. Mastari juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama proses penyelenggaraan kegiatan dan berharap forum tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus memberikan manfaat bagi kemajuan Kota Cirebon.
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan Pemerintah Kota Cirebon, dr. Yuni Darti, yang mewakili Pemerintah Kota Cirebon. Dalam sambutannya, ia berharap dialog publik dapat menjadi agenda yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama kalangan mahasiswa.
Menurut Yuni Darti, perkembangan teknologi informasi menjadikan media siber sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sehingga diperlukan kemampuan dalam menggunakan media sosial secara bertanggung jawab. "Saya harapkan acara ini akan terus berlangsung menjadi salah satu acara yang efektif, sehingga kita semua, terutama mahasiswa, menjadi pengguna media yang bijak. Kita harus bisa menjadi pengguna media sosial yang bijak agar apa yang kita lakukan membawa hal-hal yang positif untuk Kota Cirebon," katanya.
Sebelum dialog utama dimulai, peserta juga mendapatkan edukasi dan literasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan keuangan secara bijak, peningkatan kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal, serta bahaya praktik judi online yang saat ini banyak menyasar masyarakat, khususnya generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap tercipta sinergi antara pemerintah, regulator, media, dan kalangan akademisi dalam memperkuat kemandirian ekonomi Kota Cirebon sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi keuangan dan penggunaan media digital secara bertanggung jawab. Dialog publik itu juga diharapkan menghasilkan berbagai gagasan yang dapat menjadi masukan bagi pembangunan daerah di tengah tantangan perkembangan ekonomi dan transformasi digital.
Agus Muntholib memaparkan tren peningkatan pinjaman daring (pindar) legal yang saat ini gencar menopang konsumsi masyarakat di berbagai sektor. Namun, fenomena tersebut disoroti karena berpotensi menjadi beban keuangan yang cukup berat bagi masyarakat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....