Incar 100 Desa Kelola ADD: Strategi Agresif Bank Majalengka untuk PAD

  • 03 Jul 2026 07:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Majalengka – Di tengah upaya memperkuat peran sebagai motor penggerak ekonomi daerah, Bank Majalengka menegaskan pentingnya sinergi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Majalengka, khususnya dalam pengelolaan keuangan desa. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan kinerja keuangan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Direktur Utama Bank Majalengka, Asep Muhamad Jamaludin, secara terbuka menyampaikan harapannya kepada Bupati Majalengka agar memperkuat kolaborasi program, terutama dalam pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Siltap di seluruh desa.

"Kami sangat memerlukan sinergitas program dengan pemerintah daerah. Dari total 330 desa, kami berharap minimal 100 desa dapat mempercayakan pengelolaan dana desanya kepada Bank Majalengka," ujar Asep Muhamad Jamaludin, Kamis, 2 Juli 2026.

Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan regulasi terbaru, yakni Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 21 Tahun 2024 yang mengatur bahwa pengelolaan ADD, Siltap, dan kas desa harus dilakukan melalui Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik pemerintah daerah.

"Selain itu, kebijakan ini juga selaras dengan mandat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK)," katanya.

Melalui implementasi kebijakan tersebut, Bank Majalengka optimis dapat memacu pertumbuhan outstanding kredit dan meningkatkan penghimpunan dana masyarakat secara signifikan. Keberhasilan ini diharapkan mampu melonjakkan laba usaha yang berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2026, Bank Majalengka mencatatkan kinerja yang solid. Total tabungan mencapai Rp78,45 miliar dari 26.824 nasabah, sementara deposito sebesar Rp60,42 miliar dari 1.110 nasabah.

Di sisi penyaluran kredit, angka yang berhasil dibukukan mencapai Rp112 miliar kepada 4.994 nasabah. Secara keseluruhan, bank daerah ini telah mengelola 32.928 nasabah.

Kinerja positif juga tercermin dari capaian laba. Hingga Juni 2026, Bank Majalengka membukukan laba sebesar Rp1,82 miliar atau 120,08 persen dari target yang ditetapkan sebesar Rp1,51 miliar.

"Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa tren pertumbuhan bank berada pada jalur yang sehat dan progresif," ucap Asep Muhamad Jamaludin.

Ke depan, Bank Majalengka menargetkan laba sebesar Rp4,7 miliar pada akhir tahun 2026, dengan kontribusi terhadap PAD ditargetkan mencapai Rp1,9 miliar. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan setoran sebelumnya sebesar Rp1,38 miliar, atau mengalami kenaikan sekitar Rp600 juta.

Asep menegaskan, keberhasilan mencapai target tersebut sangat bergantung pada dukungan kebijakan dan sinergi yang kuat antara bank daerah dan pemerintah kabupaten. Ia optimis, dengan penguatan kolaborasi, Bank Majalengka dapat memperluas perannya sebagai pilar ekonomi daerah yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pembangunan Majalengka 'Langsung SAE'

"Jika sinergi ini berjalan optimal, maka peningkatan kinerja akan terjadi secara menyeluruh, dan pada akhirnya PAD Majalengka akan meningkat signifikan," katanya menegaskan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....