Genjot PAD, Majalengka Raup Rp18,5 Miliar dari PBB hingga Pertengahan Juni
- 30 Jun 2026 14:33 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Denyut pembangunan daerah beriringan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, telah mencapai Rp18,549 miliar atau 29,84 persen dari target tahunan sebesar Rp62,3 miliar.
Capaian tersebut menjadi indikator positif atas efektivitas strategi yang dijalankan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Majalengka. Di balik angka itu, tersimpan upaya intensif melalui pendekatan inovatif "jemput bola" yang diwujudkan dalam layanan Mobil Pajak Keliling, serta penguatan kanal pembayaran digital.
Setiap hari, armada layanan bergerak menyisir 26 kecamatan hingga ke pelosok desa. Kehadirannya tidak sekadar menghadirkan layanan administratif, melainkan menjembatani akses masyarakat agar lebih dekat, cepat, dan mudah dalam menunaikan kewajiban pajak.
Selain itu, transformasi digital turut memperluas akses pembayaran. Wajib pajak kini dapat membayar PBB melalui layanan m-banking, QRIS, aplikasi resmi Bapenda, hingga jaringan ritel modern, tanpa harus bergantung pada sistem pemungutan konvensional. Kepala Bapenda Kabupaten Majalengka, Rachmat Gunandar, menegaskan bahwa integrasi layanan keliling dan digital menjadi kunci dalam mendorong percepatan realisasi PAD.
"Mobil pajak keliling dan pelayanan digital merupakan program unggulan kami untuk menghadirkan pelayanan prima. Kami hadir lebih dekat ke masyarakat, termasuk di berbagai kegiatan sosial, agar akses pembayaran semakin mudah," ujarnya, Selasa 30 Juni 2026
Efisiensi waktu dan kemudahan akses menjadi faktor utama meningkatnya partisipasi masyarakat. Hal ini tercermin dari capaian 16 desa dari total 330 desa di Majalengka yang telah melunasi kewajiban PBB hingga 100 persen sebelum jatuh tempo.
"Kami sangat mengapresiasi desa-desa yang telah lunas lebih awal. Ini menjadi contoh positif bagi wilayah lain untuk segera menyusul," kata Rachmat.
Optimisme pun terus menguat. Dengan sisa waktu yang tersedia dan intensifikasi layanan, Bapenda menargetkan realisasi PBB dapat mencapai target Rp62,3 miliar secara maksimal.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk segera melunasi kewajiban pajak sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap pembangunan. Respons positif datang dari masyarakat.
Deni, warga Kecamatan Lemahsugih, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran layanan mobil pajak keliling dan layanan digital. "Sekarang lebih mudah, tidak perlu jauh ke kota. Prosesnya cepat dan praktis. Semoga layanan ini terus ada,” ucapnya.
Di tengah akselerasi tersebut, Bupati Majalengka H. Eman Suherman menegaskan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah. Salah satu bentuk dukungan nyata tersebut dapat diwujudkan melalui kepatuhan dalam membayar pajak.
"Pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan. Karena itu, saya mengajak seluruh warga Majalengka untuk membayar PBB tepat waktu sebagai wujud tanggung jawab bersama dalam membangun daerah yang lebih maju," ujarnya menegaskan.
Melalui sinergi antara inovasi pelayanan langsung dan digital, Pemerintah Kabupaten Majalengka optimis kesadaran masyarakat akan terus meningkat. Dari desa hingga perkotaan, setiap kontribusi pajak menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan menuju Majalengka yang 'Langkung SAE'.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....