Emas Tetap Jadi Primadona Investasi

  • 08 Jan 2026 21:01 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Harga emas belakangan ini terus menunjukkan tren kenaikan. Logam mulia yang sejak lama dikenal sebagai aset aman tersebut kini berada di level yang cukup tinggi, membuat sebagian masyarakat mengernyitkan dahi.

Harga logam mulia ini terus mencetak rekor baru, bahkan diprediksi para analis bisa menembus angka fantastis Rp2,9 juta per gram jika tren penguatan global berlanjut. Namun menariknya, di tengah harga yang melambung, minat masyarakat untuk berinvestasi emas justru tidak surut.

Bagi banyak orang, emas masih dianggap sebagai “Safe Haven” (pelabuhan aman) di tengah ketidakpastian ekonomi. Fluktuasi nilai tukar, inflasi, hingga kondisi global yang tidak menentu membuat emas dipilih sebagai alat lindung nilai.

Meski harga beli saat ini relatif mahal, investor percaya bahwa emas tetap mampu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang. Sejarah membuktikan emas adalah musuh bebuyutan inflasi.

Uang Rp1 juta hari ini mungkin hanya bisa beli dua kantong belanjaan lima tahun lagi, tapi emas 1 gram tetaplah 1 gram yang nilainya menyesuaikan harga pasar. Tak hanya investor besar, kalangan muda pun mulai melirik emas sebagai investasi.

Sekarang, investasi emas tak harus langsung beli batangan 10 gram. Lewat aplikasi, milenial dan Gen Z bisa mulai menabung emas mulai dari Rp5.000 saja.

Fleksibilitas inilah yang menjaga permintaan tetap tinggi. Emas kini tidak lagi identik dengan perhiasan atau simpanan konvensional, melainkan bagian dari perencanaan keuangan modern.

Bagi investor cerdas, rahasianya bukan menebak kapan harga akan turun, melainkan konsistensi. Teknik dollar cost averaging atau mencicil beli emas secara rutin tanpa mempedulikan fluktuasi harian menjadi tren yang sangat populer di tahun ini.

Pengamat menilai, tingginya minat terhadap emas menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya investasi yang stabil. Selama ketidakpastian masih membayangi perekonomian, emas diprediksi akan tetap menjadi pilihan favorit, meski harganya terus bergerak naik.

Tips Singkat: Jika Anda ingin memulai, pastikan gunakan "uang dingin" (bukan uang dapur atau cicilan) dan pilih platform yang sudah terdaftar resmi di BAPPEBTI atau OJK untuk keamanan maksimal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....