Ritual Jamasan Pusaka Hari Jadi ke-499 Indramayu Disorot Publik
- 02 Okt 2026 20:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Indramayu - Serangkaian acara hari jadi Kabupaten Indramayu yang ke-499 diisi dengan upacara ritual jamasan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Indramayu pada Jumat, 2 Oktober 2026. Dalam acara tersebut, jamasan pusaka dinilai merupakan tradisi sakral pembersihan benda-benda peninggalan leluhur seperti keris, tombak, dan Cakra Udaksana milik Raden Arya Wiralodra yang rutin digelar.
Beberapa pusaka utama meliputi pembersihan pusaka andalan Cakra Udaksana serta berbagai keris dan tombak bersejarah. Makna dari pelaksanaan tradisi tersebut adalah sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur pendiri Indramayu, merawat warisan budaya, serta pembersihan diri secara fisik dan spiritual.
Dalam rangkaian hari jadi, jamasan biasanya menjadi tradisi pembuka atau bagian penting menjelang puncak peringatan Hari Jadi Kabupaten Indramayu yang tahun 2026 ini memperingati Hari Jadi ke-499. Kehadiran tamu undangan yang rutin digelar biasanya dihadiri bupati, wakil bupati, dan unsur Muspida atau pejabat tinggi daerah yang akan selalu hadir dalam acara tersebut.
Namun, acara ritual jamasan kali ini pada HUT ke-499 Indramayu tidak dihadiri dari kalangan pejabat tinggi daerah. Hal tersebut kemudian menjadi sorotan publik setempat atas ketidakhadiran pejabat tinggi daerah tersebut.
Pegiat seni dan budaya di Kabupaten Indramayu, Nang Sadewo, merespons kegiatan jamasan yang menurutnya menjamas juga memiliki arti membasuh pusaka (gaman/gegeman) dalam bahasa Indramayu. Istilah tersebut berarti pegangan, yakni peninggalan leluhur yang harus dijaga.
“Dengan harapan membasuh pusaka berarti membasuh jiwa, raga agar memiliki semangat baru, harapan baru agar Indramayu mampu melangkah mencapai tujuan pembangunan yang hakiki,” ujar Nang Sadewo.
Lebih lanjut, pegiat seni itu menilai secara etika bahwa menghadiri acara jamasan merupakan bentuk penghormatan kepada para pendiri atau leluhur suatu daerah. Penilaian tersebut disampaikannya menyikapi minimnya keterlibatan pejabat Pemkab dalam prosesi tahunan ini.
“Sangat disayangkan agenda jamasan yang bertempat di Pendopo Indramayu hanya bersama Keluarga Trah Wiralodra serta dihadiri Kepala Disdikbud, Kepala Bidang Kebudayaan dan staf, Budayawan, Penggiat Budaya, Juru Pelihara Pusaka dan beberapa perwakilan koramil, polsek, serta tidak adanya pejabat dari Lingkungan Setda,” kata Nang Sadewo mengakhiri percakapannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....