Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung Majalengka, Kini Berstatus WBTB
- 03 Agt 2026 21:28 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Majalengka - Nuansa sakral dan penuh khidmat menyelimuti kawasan Museum Talaga Manggung saat kirab budaya dan prosesi tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung digelar pada Senin 3 Agustus 2026.
Di tengah iringan adat dan simbol sejarah, ritual ini kembali menegaskan jati diri budaya masyarakat Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang berakar kuat pada nilai-nilai leluhur.
Tradisi Nyiramkeun Pusaka bukan sekadar seremoni pembersihan benda pusaka. Lebih dari itu, ritual ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur Kerajaan Talaga sekaligus penegasan identitas kultural yang diwariskan lintas generasi.
"Setiap tahapan prosesi mengandung makna filosofis tentang kesucian, tanggung jawab, dan kesinambungan sejarah," ujar Bupati Majalengka H Eman Suherman saat menghadiri pada acara tersebut.
Momentum tahun ini menjadi semakin istimewa setelah Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia resmi menetapkan Tradisi Nyiramkeun Pusaka Talaga Manggung bersama Tenun Buhun Gadod sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.
Pengakuan ini, kata Bupati Eman Suherman menegaskan posisi Majalengka sebagai salah satu daerah dengan kekayaan budaya yang memiliki nilai nasional.
Bupati Majalengka menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas penetapan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
"Tradisi ini bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga identitas yang harus kita jaga bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus melestarikan budaya leluhur demi mewujudkan Majalengka yang "Langkung SAE' (lebih baik)," ujar Eman.
Kirab budaya yang melibatkan berbagai unsur masyarakat ini juga menjadi ruang edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah dan nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi.
Pelestarian tradisi diyakini mampu menjadi fondasi dalam membangun karakter masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah. Dengan semangat kebersamaan, ajakan untuk menjaga warisan budaya terus digaungkan.
"Hayu urang saekeun Majalengka, sabari ngamumulé warisan budaya," menjadi seruan yang menguatkan komitmen kolektif bahwa kemajuan daerah harus berjalan seiring dengan pelestarian identitas budaya," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....