Muludan Cirebon Dinilai Berpotensi Gerakkan Ekonomi Masyarakat
- 31 Agt 2026 18:01 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Tradisi Muludan dan Panjang Jimat di Keraton Cirebon tidak hanya memiliki nilai budaya dan keagamaan, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Ratusan hingga ribuan pengunjung yang datang menciptakan perputaran ekonomi bagi pedagang, pelaku transportasi, hingga usaha makanan dan minuman.
Budayawan dan Seniman Cirebon, Akbarudin Sucipto, mengatakan keramaian Muludan secara nyata juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan. Kondisi tersebut terlihat dari banyaknya pedagang yang tetap berjualan meskipun lokasi usahanya tidak selalu berada di tempat yang strategis.
Menurutnya, sebagian pedagang tidak semata-mata mengejar keuntungan ketika berjualan saat Muludan. Ada pedagang yang sengaja datang karena ingin berziarah, beribadah, bersilaturahmi, sekaligus memperoleh keberkahan dari momentum tersebut.
Ia engatakan, ada pedagang yang mengaku hasil berjualan selama Muludan tidak selalu besar. Namun, mereka tetap bertahan karena meyakini keberadaan mereka di tengah perayaan Muludan dapat membawa keberkahan untuk aktivitas usaha pada bulan-bulan berikutnya.
“Soale bakates muludan ning kene iku engko dagangane mamang ya ning 11 wulan kang sowise iku laris.” ujarnya dalam program Macapat RRI Cirebon, Kamis 27 Agustus 2026.
Ia menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya kekuatan ekonomi yang muncul dari tradisi masyarakat. Bahkan, jika dihitung secara sederhana berdasarkan jumlah pengunjung dan rata-rata pengeluaran, perputaran uang selama momentum Muludan dapat mencapai angka yang besar.
Ia menyebut, jika satu pengunjung mengeluarkan rata-rata Rp50 ribu dan jumlah pengunjung mencapai sekitar satu juta orang, maka potensi transaksi yang terjadi dapat mendekati Rp50 miliar.
“Bisa dibayangkan ketika bicara perputaran uang di Muludan. Misalnya ee dari mulai parkir ya sama makan minum dan sebagainya. Satu orang menghabiskan Rp50.000 saja, sementara di malam pelal itu tingkat kunjungannya bisa sampai 1 atau 2 juta orang sehari. Hampir 50 miliar itu duit muter ning Cirebon gara-gara ana muludan,” katanya.
Menurutnya besarnya aktivitas ekonomi saat Muludan juga dapat menjadi indikator sederhana untuk melihat daya beli masyarakat. Jika keramaian berkurang dan pedagang tidak lagi ramai dikunjungi, kondisi tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah.
Ia mendorong agar potensi ekonomi dari tradisi Muludan tidak hanya dibiarkan berjalan secara alami, tetapi juga ditata agar semakin memberikan manfaat bagi masyarakat. Penataan lokasi pedagang, fasilitas, dan kenyamanan pengunjung dinilai dapat memperkuat dampak ekonomi sekaligus menjaga nilai budaya Muludan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....