Berbeda tapi Bersama, Pesan Toleransi dari Program Habib Jafar
- 08 Agt 2026 13:10 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, isu toleransi dan saling menghargai perbedaan menjadi hal yang semakin penting untuk terus digaungkan. Salah satu upaya menyuarakan nilai tersebut hadir melalui program “Berbeda Tapi Bersama” yang dipopulerkan oleh Habib Jafar.
Seperti yang kita ketahui, memiliki nama lengkap Habib Husein Ja'far Al Hadar (sering disapa Habib Jafar) adalah seorang pendakwah, penulis, dan content creator asal Bondowoso, Jawa Timur. Beliau dikenal luas sebagai figur pendakwah milenial karena gaya penyampaian dakwahnya yang sejuk, santai, rasional, dan sangat relevan dengan anak muda
"Berbeda Tapi Bersama" adalah gerakan dan program dialog kebangsaan serta toleransi yang digagas dan dipopulerkan oleh Habib Husein Ja'far Al Hadar (Habib Jafar). Program ini mengusung misi utama menyebarkan pesan perdamaian, keberagaman, dan sikap saling menghormati di tengah perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan di Indonesia.
Dalam program tersebut menekankan bahwa perbedaan, baik dalam agama, budaya, maupun pandangan hidup, bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai. Melalui pendekatan yang santai, dialogis, dan mudah dipahami oleh generasi muda, Habib Jafar mengajak masyarakat untuk melihat perbedaan sebagai kekuatan, bukan ancaman.
Dalam berbagai konten yang disampaikan, Habib Jafar sering menekankan bahwa toleransi bukan sekadar membiarkan perbedaan, tetapi juga menghargai dan memahami sudut pandang orang lain. Ia juga menyoroti pentingnya ruang dialog yang sehat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh isu-isu sensitif.
Banyak pengamat komunikasi menilai, pendekatan yang digunakan dalam program ini cukup efektif, terutama karena dikemas dengan bahasa yang ringan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Hal ini membuat pesan toleransi lebih mudah diterima, khususnya oleh kalangan muda yang aktif di media sosial.
Selain itu, program “Berbeda Tapi Bersama” juga menjadi contoh bagaimana media dan figur publik dapat berperan dalam menjaga persatuan bangsa. Di era digital saat ini, di mana informasi menyebar dengan cepat, narasi yang menyejukkan seperti ini dinilai penting untuk menangkal polarisasi di masyarakat.
Melalui pesan yang konsisten, Habib Jafar mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan, melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk saling belajar dan memperkuat persatuan. Dengan demikian, semangat “Berbeda Tapi Bersama” diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Indonesia, sehingga tercipta kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan penuh toleransi.
(sumber: M.K. Najib_STID AL Biruni)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....