Makna Muludan Cirebon: Bersyukur atas Islam dan Mendoakan Para Leluhur

  • 26 Agt 2026 18:11 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Peringatan Muludan di Cirebon menjadi momentum masyarakat untuk mensyukuri hadirnya ajaran Islam melalui Nabi Muhammad SAW. Tradisi yang berlangsung setiap bulan Rabiul Awal tersebut juga mengandung nilai sejarah dan penghormatan terhadap leluhur penyebar Islam di Cirebon.

Sejarawan Cirebon, Mustaqim Asteja, mengatakan peringatan Muludan memiliki makna spiritual yang berkaitan dengan sejarah penyebaran Islam. Menurutnya, tradisi tersebut mengingatkan masyarakat terhadap perjuangan para leluhur dalam menyebarkan Islam di Cirebon.

“Jadi... tradisi Muludan ini dilaksanakan merupakan bentuk rasa syukur kita karena lahirnya Nabi Muhammad ya,” ujarnya kepada RRI, Rabu, 26 Agustus 2026. Ia menjelaskan, rasa syukur tersebut berkaitan dengan hadirnya Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran Islam kepada umat manusia.

Mustaqim mengatakan masyarakat Cirebon juga memperoleh warisan keislaman melalui perjuangan Pangeran Walangsungsang dan Sunan Gunung Jati. Peran para leluhur tersebut dinilai memiliki hubungan erat dengan perkembangan Islam dalam kehidupan masyarakat Cirebon.

Karena itu, rangkaian Muludan juga mengandung doa untuk para leluhur yang telah berjasa menyebarkan ajaran Islam. Doa tersebut menjadi bagian dari penghormatan masyarakat terhadap perjuangan pendahulu yang mewariskan nilai-nilai keislaman.

“Jadi diutusnya Nabi ini bentuk syukur. Bentuk syukur. Sekarang nama-namanya udah banyak yang muslim gitu ya, jadi namanya doa,” katanya. Menurutnya, perubahan kehidupan masyarakat setelah berkembangnya Islam menjadi bagian dari nikmat yang patut disyukuri.

Tradisi Muludan kemudian menjadi ruang untuk menghubungkan nilai keagamaan dengan sejarah perjalanan masyarakat Cirebon. Nilai syukur dan penghormatan terhadap leluhur tersebut terus diwariskan melalui pelaksanaan tradisi setiap tahun.

Mustaqim menilai keberadaan Muludan penting untuk menjaga ingatan masyarakat terhadap sejarah perkembangan Islam di Cirebon. Peringatan tersebut sekaligus mengajarkan generasi muda untuk menghargai perjuangan leluhur dalam membangun kehidupan keagamaan.

Dengan demikian, Muludan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW setiap tahun. Tradisi tersebut juga menjadi sarana menjaga nilai syukur, doa, dan penghormatan terhadap sejarah perkembangan Islam di Cirebon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....