Miliki Indikasi Geografis Terbanyak, Batik Cirebon Unggulan Jawa Barat
- 22 Jul 2026 14:47 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Batik Cirebon menjadi daerah dengan teknik membatik berindikasi geografis terbanyak di Jawa Barat melalui teknik Merawit, Waleran, dan Sogan Gosok yang sedang dalam proses pengusulan, sehingga memperkuat posisi Jawa Barat sebagai daerah dengan kekayaan teknik membatik yang diakui secara nasional. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Yayasan Batik Jawa Barat, Sendy Dede Yusuf, dalam Dialog Khusus PRO 1 RRI Cirebon, Minggu, 19 Juli 2026.
Sendy mengatakan setiap daerah di Jawa Barat memiliki ciri khas batik yang berbeda-beda, baik dari motif maupun teknik pembuatannya, sehingga menjadi identitas budaya yang harus terus dijaga. Selain Cirebon, Indramayu juga memiliki teknik Complongan yang telah memperoleh pengakuan indikasi geografis.
Ia menjelaskan teknik Merawit di Cirebon menghasilkan goresan halus menyerupai garis rapido, sedangkan teknik Waleran dikenal melalui gradasi warna yang menjadi ciri khas batik Mega Mendung. Sementara itu, teknik Sogan Gosok saat ini masih dalam proses pengajuan sebagai indikasi geografis.
"Cirebon memiliki indikasi geografis teknik Merawit, kemudian Waleran, dan satu lagi sedang diurus yaitu Sogan Gosok, sedangkan Indramayu memiliki teknik Complongan," kata Sendy.
Baca juga: Yayasan Batik Jabar Bakal Luncurkan Batik Karya Difabel di Kota Bandung
Menurutnya, keberadaan teknik-teknik tersebut menunjukkan bahwa batik Jawa Barat memiliki karakter yang berbeda dibandingkan daerah pembatikan lainnya di Pulau Jawa. Karena itu, regenerasi para pembatik dinilai penting agar teknik tradisional tersebut tetap lestari dan tidak hilang.
Ia menambahkan Jawa Barat juga telah memperoleh penghargaan karena memiliki teknik pembatikan berindikasi geografis terbanyak dibandingkan wilayah lain di Pulau Jawa. Pengakuan tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kekayaan teknik membatik di Jawa Barat terus berkembang dan mendapat perhatian di tingkat nasional.
"Jawa Barat mendapatkan penghargaan karena memiliki teknik pembatikan indikasi geografis terbanyak dibanding wilayah Pulau Jawa lainnya," ucap Sendy.
Baca juga: 24 Oktober 2026, Jambore Batik Jawa Barat Perdana digelar di Kota Bandung
Ia berharap pengakuan tersebut dapat mendorong masyarakat semakin mengenal sekaligus mencintai batik Jawa Barat, khususnya batik Cirebon dan Indramayu yang memiliki teknik membatik khas. Menurutnya, pelestarian teknik tradisional tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan daya saing batik Jawa Barat di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....