Disbudpar Kab. Cirebon Perkuat Pelestarian Sejarah melalui Kajian Manuskrip Kuno

  • 28 Jun 2026 12:06 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon terus memperkuat upaya pelestarian warisan budaya melalui kajian manuskrip kuno. Upaya tersebut diwujudkan melalui Seminar Hasil Kajian Koleksi Manuskrip Cirebon Tahun 2026 yang digelar di Aula Disbudpar Kabupaten Cirebon, Kamis, 25 Juni 2026.

Seminar menghadirkan akademisi dan pemerhati budaya sebagai narasumber, serta melibatkan guru, mahasiswa, dan pegawai Disbudpar. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan agar hasil kajian manuskrip dapat dipahami sekaligus disebarluaskan kepada masyarakat.

Kepala Disbudpar Kabupaten Cirebon, Fajar Sutrisno, mengatakan manuskrip bukan sekadar kumpulan dokumen tua yang tersimpan di museum. Menurutnya, setiap naskah menyimpan rekam jejak sejarah, nilai budaya, dan identitas masyarakat Cirebon yang perlu dipahami oleh generasi masa kini.

"Oleh karena itu, kami perlu sekali mengkajinya (manuskrip), menyampaikannya, dan memperkenalkannya kepada masyarakat," katanya dikutip dari rilis Pemkab Cirebon.

Ia menjelaskan, pelibatan guru, mahasiswa, dan pegawai Disbudpar merupakan bagian dari strategi memperluas literasi budaya. Para peserta diharapkan dapat menjadi penyambung informasi mengenai kekayaan manuskrip yang dimiliki Kabupaten Cirebon kepada masyarakat luas.

Ia juga menilai seluruh pegawai Disbudpar perlu memahami koleksi museum secara menyeluruh. Dengan demikian, mereka dapat memberikan informasi yang benar kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.

"Kami ingin seluruh pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengetahui dan mengenal museum yang kita miliki, termasuk koleksi manuskrip yang menjadi bagian penting dari sejarah Cirebon," ujarnya.

Ia menegaskan, penyebarluasan informasi yang akurat menjadi langkah penting agar sejarah Cirebon tidak berkembang berdasarkan informasi yang keliru. Karena itu, seminar menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi dalam kajian manuskrip dan sejarah lokal.

"Karena itu, para narasumber hadir untuk menularkan ilmunya, sehingga pemahaman tentang manuskrip Cirebon dapat tersampaikan dengan benar kepada masyarakat," katanya.

Melalui seminar tersebut, Disbudpar Kabupaten Cirebon berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum diskusi untuk memperdalam pemahaman mengenai manuskrip Cirebon. Setelah kegiatan berakhir, para peserta diharapkan turut mengenalkan kekayaan naskah kuno Cirebon sebagai bagian dari upaya pelestarian sejarah dan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....