Seren Taun 2026 Hadirkan Beragam Ritual Adat dan Kegiatan Budaya Selama 6 Hari

  • 01 Jun 2026 21:14 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, CirebonUpacara adat Seren Taun 2026 di Cigugur, Kabupaten Kuningan, akan berlangsung selama enam hari pada 3 hingga 8 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai ritual adat, pertunjukan budaya, seminar, hingga kegiatan lintas agama sebagai wujud rasa syukur masyarakat sekaligus upaya melestarikan budaya warisan leluhur.

Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu, 3 Juni 2026, dengan prosesi ngalungsurkeun pare dan mitembeyan ngais pare yang menjadi bagian dari tradisi penghormatan terhadap hasil pertanian. Pada hari yang sama juga digelar Upacara Bale Kembang atau prosesi siraman bagi generasi muda sebagai simbol penyucian diri dan pelestarian nilai budaya.

Wakil Ketua Panitia Seren Taun 2026, Juwita Jatikusumah Putri, mengatakan sejumlah ritual utama tetap dipertahankan karena menjadi bagian penting dari tradisi Seren Taun yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Cigugur.

“Seperti biasa di Seren Taun ada acara utama, seperti ngalungsurkeun pare, mitembeyan ngais pare, kemudian ada Upacara Bale Kembang yaitu siraman untuk generasi muda,” ujar Juwita kepada RRI dalam Dialog Cirebon Menyapa, Jumat, 29 Mei 2026.

Selain ritual adat, masyarakat juga akan disuguhkan berbagai pentas seni dan pagelaran budaya yang menampilkan kesenian tradisional dari berbagai daerah. Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan keberagaman budaya sekaligus memperkuat identitas kebangsaan melalui seni dan tradisi.

Pada Sabtu, 7 Juni 2026, panitia menjadwalkan kegiatan Harmoni Antariman yang menampilkan beragam kesenian dari berbagai entitas agama, seperti barongsai, paduan suara, hingga pentas syiar Islam. Pada malam harinya akan digelar Kidung Spiritual Antariman sebagai ruang refleksi dan penguatan nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Tidak hanya menampilkan kegiatan budaya, Seren Taun 2026 juga menghadirkan seminar Ekoteologi dan seminar Penguatan Empat Pilar Kebangsaan yang bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta memperkuat nilai kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

“Manifestasi rasa syukur itu sangat banyak, kita juga ada seminar mengenai ekoteologi, kemudian mengenai penguatan empat pilar kebangsaan,” kata Juwita.

Selain itu, sejumlah kegiatan pendukung seperti lomba dayung-uyung, micung, serta pameran budaya juga akan digelar selama pelaksanaan Seren Taun. Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup pada Minggu, 8 Juni 2026, melalui acara puncak yang menampilkan berbagai atraksi kesenian khas masyarakat adat Cigugur.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....