Seren Taun 2026 Cigugur Kuningan Bakal Gelar Sarasehan Ekoteolog
- 30 Mei 2026 12:32 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Seren Taun 2026 di Cigugur, Kabupaten Kuningan, tidak hanya menghadirkan ritual adat dan pertunjukan budaya, tetapi juga mengangkat isu lingkungan melalui sarasehan ekoteologi yang bertujuan membangun kesadaran merawat alam sebagai bagian dari praktik keimanan dan kehidupan bersama. Forum tersebut akan menjadi ruang dialog lintas agama untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan hidup sekaligus menjaga harmoni sosial.
Sarasehan ekoteologi dipilih sebagai salah satu agenda utama Seren Taun karena masyarakat adat Cigugur memandang hubungan manusia dengan alam sebagai bagian penting dari kehidupan spiritual. Pendekatan ini juga menjadi pengingat bahwa keyakinan terhadap Tuhan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Wakil Ketua Panitia Seren Taun 2026, Juwita Jatikusumah Putri, mengatakan pemahaman terhadap Tuhan sebagai Maha Pencipta harus diiringi kesadaran untuk memelihara alam yang telah diberikan kepada manusia. Menurutnya, keimanan tidak cukup berhenti pada keyakinan, tetapi harus tercermin melalui kepedulian terhadap kehidupan dan lingkungan sekitar.
“Ketika kita meimani mengenai Tuhan sebagai Maha Pencipta, kita harus menghargai dan mampu memelihara apa yang sudah Tuhan berikan, yaitu alam semesta ini,” ujar Juwita kepada RRI dalam Dialog Cirebon Menyapa, Jumat, 29 Mei 2026.
Sarasehan tersebut akan menghadirkan berbagai kelompok lintas agama untuk berdialog mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama. Dalam kegiatan itu, peserta juga diajak membangun kesadaran tentang pentingnya toleransi antariman dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.
Selain sarasehan ekoteologi, Seren Taun 2026 turut menghadirkan kegiatan harmoni antariman berupa pertunjukan seni dari berbagai entitas agama seperti barongsai, paduan suara, hingga pentas syiar Islam. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari semangat keberagaman yang terus dijaga masyarakat adat Cigugur.
Juwita menyebut Seren Taun setiap tahunnya selalu berupaya menghadirkan ruang refleksi bersama mengenai tugas manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang bertanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan hidup. Ia menilai dialog lintas agama menjadi langkah penting untuk memperkuat kesadaran kolektif tersebut.
“Kita tidak bisa hanya percaya pada Tuhan tanpa membuktikan keimanan kita untuk peduli terhadap lingkungan dan kehidupan, sehingga penting sekali berdialog bersama seluruh kelompok agama untuk membangun kesadaran ini,” ucap Juwita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....