Seni Tari Kolosal Babad Tanah Dermayu Memukau Penonton di Indramayu

  • 24 Mei 2026 21:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu - Pertunjukan tari kolosal Babad Tanah Dermayu bertajuk Nawa Karsa Ing Wanodya sukses memukau ratusan penonton. Pagelaran seni tersebut berlangsung meriah di Gedung Kesenian Indramayu pada Sabtu malam, 23 Mei 2026.

Acara dibuka penampilan pembawa acara Apri dan Fifi yang menyampaikan sinopsis singkat sejarah Indramayu. Kisahnya mengangkat pertemuan pangeran Arya Wiralodra dan Nyi Endang Dharma Ayu dalam mendirikan padukuhan Cimanuk.

Sebelum pertunjukan utama dimulai, penonton dibuat takjub oleh berbagai penampilan kesenian khas daerah Indramayu. Di antaranya adalah eksplorasi Berokan kontemporer oleh Nico dan tari Topeng Tumenggung oleh Adeeva A.M Firoos.

Penampilan ciamik para seniman muda berbakat tersebut sontak mengundang sorak sorai riuh penonton. Apresiasi tinggi diberikan oleh masyarakat yang memadati seluruh area Gedung Kesenian Indramayu itu.

Saat yang dinantikan tiba dengan dimulainya pertunjukan utama tari kolosal Nawa Karsa Ing Wanodya. Alur kisah dari lakon Babad Tanah Dermayu tersebut diperkuat narasi oleh Uca M. Sarna.

Narasi mengisahkan Raden Arya Wiralodra membuka hutan di tepi Sungai Cimanuk untuk membangun sebuah padukuhan. Berkat andil besar Nyi Endang Darma Ayu, wilayah tersebut berkembang maju menjadi Darma Ayu Nagari.

Zaman berganti, Padukuhan Cimanuk bertransformasi menjadi sebuah kota yang terus mempercantik diri lewat berbagai bidang. Perkembangan pesat itu digambarkan secara apik dalam gerak tari kolosal berdurasi sekitar 60 menit.

Sutradara Iing Sayuti mengemas pertunjukan produksi Liong Bie Production ini secara sangat apik dan memikat. Pagelaran berakhir sukses dengan gemuruh sorak apresiasi dari seluruh penonton yang hadir di gedung.

Seluruh penari dan pemain pendukung pementasan ini berasal dari berbagai sanggar tari terbaik di Indramayu. Kesuksesan acara didukung koreografer Ica, Rohman Rohim, serta penata musik Rama Ema Management.

Tata rias busana digarap oleh Sanggar Melati Ayu dan Wikasa, sedangkan pencahayaan oleh H. Taufik. Semua unsur tersebut berkolaborasi harmonis dalam mewujudkan panggung yang megah dan juga dramatis.

Produser pertunjukan, Liong Bie, mengungkapkan semangat dan tujuan utama penyelenggaraan pagelaran budaya ini kepada RRI. Pria yang akrab disapa Mbie itu berharap sejarah berdirinya Indramayu dapat lebih dikenal luas.

“Pagelaran yang menceritakan berdirinya Kabupaten Indramayu dalam balutan tari kolosal ini diharapkan bisa mengenalkan potensi kesenian daerah. Hal tersebut kemudian berkorelasi pada peningkatan perekonomian masyarakat Indramayu, baik bidang pariwisata maupun seni dan budaya,” ujar Mbie.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....