Tradisi Botram: Kearifan Lokal Sunda dalam Menjaga Kebersamaan
- 25 Apr 2026 18:49 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Botram merupakan tradisi makan bersama masyarakat Sunda yang dilakukan di luar ruangan secara lesehan. Kegiatan ini biasanya menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antaranggota keluarga maupun kerabat dekat.
Setiap peserta yang hadir biasanya membawa berbagai jenis makanan dari rumah masing-masing secara sukarela. Konsep patungan makanan ini mencerminkan semangat gotong royong yang sangat kental dalam budaya Sunda.
Menu utama yang sering disajikan adalah nasi liwet lengkap dengan lauk pauk sederhana namun nikmat. Sambal dadak, lalapan segar, ikan asin, dan tahu tempe selalu menjadi primadona dalam setiap hidangan.
Alas makan yang digunakan biasanya berupa daun pisang yang digelar memanjang di atas tanah. Penggunaan daun pisang ini tidak hanya praktis, tetapi juga memberikan aroma khas pada nasi.
Tradisi ini biasanya dilakukan di tempat-tempat yang memiliki suasana asri seperti kebun atau pegunungan. Udara yang sejuk dan pemandangan alam membuat momen makan bersama terasa jauh lebih istimewa.
Selama proses makan berlangsung, seluruh peserta akan duduk berjajar tanpa adanya batasan status sosial. Mereka saling berbagi cerita dan tertawa sehingga menciptakan suasana kekeluargaan yang sangat hangat.
Nilai filosofis dari botram adalah tentang kesederhanaan dan rasa syukur atas nikmat yang ada. Masyarakat Sunda percaya bahwa makanan sesederhana apa pun akan terasa lezat jika disantap bersama.
Di tengah gempuran budaya modern, tradisi botram masih tetap lestari hingga saat ini di Jawa Barat. Banyak warga perkotaan yang sengaja meluangkan waktu untuk botram demi melepas penat dari rutinitas.
Menjaga tradisi unik ini berarti kita juga turut melestarikan identitas bangsa yang penuh kehangatan. Semoga generasi muda tetap bangga menjalankan botram sebagai warisan leluhur yang sangat berharga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....