Mapag Sri, Wujud Syukur Petani Sudimampir Lor Indramayu

  • 21 Apr 2026 19:01 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Indramayu – Hamparan padi menguning menyuguhkan pemandangan yang memikat, menandai masa panen yang segera tiba. Butiran padi yang siap dipanen itu nantinya akan diproses menjadi beras yang hadir di meja makan masyarakat.

Di balik proses tanam hingga panen, petani di pesisir Pantura Indramayu memiliki tradisi Mapag Sri sebagai bentuk rasa syukur. Tradisi ini merupakan adat menjemput padi atau menyambut panen raya sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah.

Ritual ini rutin digelar oleh pemerintah desa bersama para petani dengan diiringi doa bersama dan tumpengan. Selain itu, kegiatan juga dimeriahkan kesenian tradisi seperti pertunjukan wayang kulit semalam suntuk.

Seperti yang dilakukan masyarakat Desa Sudimampir Lor, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu yang menggelar Mapag Sri sebagai wujud syukur atas panen pertama. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti perangkat desa, tokoh masyarakat, serta para petani setempat.

Hadir pula Babinsa Sudimampir Lor, Bhabinkamtibmas Polsek Balongan, serta unsur Forkopimcam Balongan dalam kegiatan tersebut. Acara dipusatkan di halaman aula Balai Desa Sudimampir Lor, Selasa, 21 April 2026.

Tradisi Mapag Sri merupakan kearifan lokal yang masih terus dijaga hingga kini. Tradisi ini menjadi simbol penghormatan terhadap hasil bumi sekaligus harapan agar panen berjalan lancar dan melimpah.

Kuwu Desa Sudimampir Lor, Ade Nanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga.

“Melalui Mapag Sri, kita berharap hasil panen tahun ini membawa berkah bagi seluruh masyarakat dan para petani,” ujarnya.

Selain doa bersama, kegiatan diisi berbagai rangkaian acara adat yang menambah semarak suasana. Pergelaran wayang kulit dari Desa Cipaat, Kecamatan Bongas, turut memeriahkan kegiatan tersebut.

Warga tampak antusias mengikuti tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini. Dengan digelarnya Mapag Sri, diharapkan semangat gotong royong dan pelestarian budaya lokal terus terjaga di tengah perkembangan zaman.




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....