Grebeg Syawal Jadi Momentum Doa dan Silaturahmi di Astana Gunung Jati
- 29 Mar 2026 14:40 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Tradisi Grebeg Syawal yang berlangsung di kawasan Makam Sunan Gunung Jati tetap digelar khidmat pada Minggu, 29 Maret 2026, meskipun sempat terkendala akses menuju area utama. Kegiatan ini diikuti oleh keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian dari tradisi budaya dan religi yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Patih Sepuh Keraton Kasepuhan, PR Goemelar Soeryadiningrat, bersama rombongan yang tetap melaksanakan doa dan ziarah meski tidak dapat memasuki seluruh area yang direncanakan. Kondisi tersebut tidak menyurutkan jalannya kegiatan yang sarat makna spiritual.
| Baca juga: Alasan Mengapa Harus Ada Mie di Malam Imlek |
Tradisi Grebeg Syawal sendiri merupakan agenda turun-temurun yang dilaksanakan sekitar sepekan setelah Hari Raya Idulfitri atau dikenal sebagai Lebaran Ketupat. Kegiatan ini menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar keluarga besar keraton dan masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini kami bersama keluarga besar Keraton Kasepuhan Cirebon tetap melaksanakan Grebeg Syawal sebagai bentuk doa dan silaturahmi kepada para leluhur,” ujarnya kepada media.
Dalam pelaksanaannya, rombongan sempat menghadapi pembatasan akses menuju titik utama ziarah oleh pihak terkait. Namun, prosesi doa tetap berlangsung di lokasi yang tersedia tanpa mengurangi kekhusyukan kegiatan.
“Tidak menjadi persoalan, yang terpenting niat kita berdoa. Di mana pun kita berdoa, insyaAllah akan sampai kepada para leluhur,” katanya.
Ia menegaskan bahwa esensi utama Grebeg Syawal terletak pada niat dan keikhlasan dalam berdoa, bukan semata lokasi pelaksanaan. Menurutnya, nilai spiritual dan kebersamaan menjadi hal yang paling penting dalam tradisi tersebut.
Selain itu, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada aparat keamanan dari TNI dan Polri yang telah membantu menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Tradisi Grebeg Syawal di kawasan Astana Gunung Jati ini menjadi agenda tahunan yang tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memperkuat spiritualitas dan kebersamaan masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....