Low Energy Days, saat Semua Terasa Berat

  • 29 Sep 2026 08:13 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Ada hari ketika bangun dari tempat tidur saja terasa seperti pekerjaan besar. Membalas pesan terasa berat, pekerjaan sederhana membutuhkan waktu lebih lama, bahkan memilih menu makan siang pun rasanya menguras energi. Kondisi seperti ini sering disebut sebagai low energy days, yaitu hari ketika energi fisik atau mental terasa lebih rendah dari biasanya.

Sesekali mengalami hari seperti ini sebenarnya bukan hal yang aneh. Rasa lelah dapat berkaitan dengan kurang tidur, pola makan yang kurang baik, kurang atau terlalu banyak aktivitas fisik, hingga stres. Mayo Clinic juga mencatat bahwa kelelahan merupakan gejala umum dan biasanya dapat berkaitan dengan berbagai faktor gaya hidup maupun kondisi kesehatan tertentu.

Masalahnya, banyak orang justru merespons hari berenergi rendah dengan memaksakan diri untuk tetap produktif seperti biasa. Daftar pekerjaan tetap dikejar, target tidak dikurangi, dan waktu istirahat dianggap sebagai kemunduran. Padahal, kemampuan untuk berkonsentrasi dan menyelesaikan aktivitas memang dapat ikut menurun ketika seseorang sedang mengalami kelelahan.

Tidur menjadi salah satu hal pertama yang layak diperiksa. Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk dapat membuat tubuh terasa lemas pada hari berikutnya. Mayo Clinic menyebut sebagian besar orang dewasa membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam, sementara gangguan tidur juga dapat memengaruhi energi, suasana hati, fokus, dan fungsi sehari-hari.

Stres juga tidak boleh diabaikan. Tekanan pekerjaan, urusan keluarga, masalah keuangan, atau terlalu banyak hal yang dipikirkan sekaligus dapat membuat seseorang merasa kewalahan. Gejala stres dapat mencakup kelelahan, sulit fokus, perubahan tidur, hingga kehilangan motivasi. Karena itu, low energy day tidak selalu berarti tubuh membutuhkan lebih banyak kopi; bisa saja pikiran sedang membutuhkan jeda.

Meski sedang tidak berenergi, bukan berarti seseorang harus menghabiskan satu hari tanpa bergerak sama sekali. Aktivitas ringan seperti berjalan sebentar, melakukan pekerjaan rumah, atau melakukan peregangan dapat menjadi pilihan yang lebih realistis. WHO menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk membantu kesejahteraan serta kualitas tidur.

Pada hari seperti ini, menurunkan standar produktivitas sementara juga bisa membantu. Pilih satu atau dua pekerjaan yang paling penting, pecah tugas besar menjadi langkah kecil, dan tunda pekerjaan yang memang tidak mendesak. Menyelesaikan hal sederhana tetap merupakan kemajuan. Tidak setiap hari harus digunakan untuk mengejar target maksimal.

Yang perlu diperhatikan adalah durasinya. Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus, tidak membaik meski sudah cukup beristirahat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan buru-buru menganggapnya hanya sebagai “low energy day”. Kelelahan yang menetap dapat memiliki banyak penyebab, termasuk kondisi medis tertentu, sehingga konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu mencari penyebabnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....