Kesalahan Fatal dalam Mengambil Keputusan
- 08 Sep 2026 02:55 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Pernah merasa capek sendiri karena terlalu banyak berpikir, tapi tetap salah langkah? Bukan karena kita kurang pintar, sering kali karena kita terjebak di the anxiety trap, seperti dilansir dari habittohabit. Cemas bikin keputusan terasa berat, ragu, dan akhirnya malah menyakiti diri sendiri.
Memutuskan saat emosi lagi penuh. Saat cemas, marah, atau takut, pikiran kita tidak jernih. Keputusan yang lahir dari emosi biasanya ingin cepat selesai, bukan ingin benar. Hasilnya, penyesalan datang belakangan.
| Baca juga: Cara Memulai Pagi tanpa Terburu-buru |
Terlalu takut salah. Takut salah bikin kita menunda terus. Padahal tidak memilih juga sebuah keputusan. Anxiety sering menyamar sebagai “kehati-hatian”.
Terlalu banyak mendengar suara orang lain. Semua orang punya opini, tapi tidak semua orang menanggung akibatnya. Saat kita lebih percaya suara luar daripada intuisi sendiri, kita mudah kehilangan arah. Ini jebakan kecemasan yang bikin kita ragu pada diri sendiri.
Overthinking sampai lumpuh. Berpikir itu perlu, tapi berlebihan justru melumpuhkan. Anxiety membuat masalah kecil terasa sangat besar. Akhirnya kita tidak bergerak sama sekali.
Menghindari rasa tidak nyaman. Banyak keputusan buruk diambil hanya untuk menghindari rasa takut sesaat. Padahal rasa tidak nyaman sering jadi pintu pertumbuhan. Menolak ketidaknyamanan = menunda perubahan.
Tidak mendengarkan tubuh dan batas diri. Cemas sering muncul lewat tubuh: dada sesak, pikiran lelah, tidur terganggu. Mengabaikan sinyal ini bikin keputusan makin bias. Tubuh sering tahu lebih dulu sebelum pikiran sadar.
Kalau kita sering terjebak di lingkaran ragu, takut, dan overthinking, mungkin masalahnya bukan pada keputusan tapi pada kecemasan yang mengendalikannya. Saatnya keluar dari the anxiety trap. Mulai pahami pola pikir kita, sebelum kecemasan terus mengambil alih hidup kita.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....