Bekerja Lebih Lama Belum Tentu Produktif
- 29 Agt 2026 20:31 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Bekerja hingga larut malam sering dianggap sebagai tanda seseorang berdedikasi dan produktif. Padahal, menghabiskan lebih banyak waktu di depan komputer tidak selalu berarti lebih banyak pekerjaan yang berhasil diselesaikan. Ketika jam kerja semakin panjang, kelelahan fisik dan mental juga dapat meningkat dan justru memengaruhi kualitas pekerjaan.
Salah satu alasannya adalah kemampuan berkonsentrasi tidak selalu bertahan sepanjang hari. Setelah bekerja dalam waktu lama, perhatian dapat menurun sehingga pekerjaan yang biasanya selesai dalam waktu singkat membutuhkan waktu lebih panjang. Penelitian tentang mental fatigue yang diterbitkan dalam Psychological Bulletin menunjukkan bahwa kelelahan mental dapat memengaruhi berbagai aspek fungsi kognitif dan performa seseorang.
Jam kerja yang panjang juga dapat mengurangi waktu untuk pemulihan. Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Applied Psychology menunjukkan bahwa aktivitas pemulihan setelah bekerja, termasuk relaksasi dan kemampuan melepaskan diri secara psikologis dari pekerjaan, berkaitan dengan pemulihan energi serta kesiapan menghadapi aktivitas berikutnya. Jika pekerjaan terus dibawa hingga waktu istirahat, kesempatan tubuh dan pikiran untuk pulih menjadi lebih terbatas.
| Baca juga: Rutinitas yang Diam-diam Merusak Hidup |
Ada pula masalah diminishing returns, ketika tambahan waktu kerja tidak lagi menghasilkan peningkatan produktivitas yang sebanding. Penelitian klasik mengenai jam kerja dan produktivitas yang diterbitkan dalam International Labour Review menemukan bahwa produktivitas per jam cenderung menurun ketika jam kerja diperpanjang dalam kondisi tertentu. Artinya, menambah beberapa jam kerja tidak otomatis menghasilkan jumlah pekerjaan yang sama besar dengan jam kerja sebelumnya.
Risiko lain muncul ketika seseorang mulai mengorbankan tidur demi menyelesaikan pekerjaan. Kurang tidur dapat memengaruhi perhatian, kemampuan mengambil keputusan, dan fungsi kognitif. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan orang dewasa mendapatkan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam, karena tidur yang cukup merupakan bagian penting dari kesehatan dan fungsi sehari-hari.
Bekerja lebih lama juga belum tentu berarti bekerja lebih fokus. Email, notifikasi, rapat, media sosial, dan pekerjaan yang datang secara bersamaan dapat membuat seseorang berpindah perhatian berkali-kali. Penelitian tentang task switching menunjukkan bahwa perpindahan tugas dapat menimbulkan biaya kognitif karena otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan tugas yang berbeda.
Karena itu, salah satu cara meningkatkan produktivitas bukan dengan memperpanjang jam kerja, tetapi memperbaiki cara menggunakan waktu kerja. Tentukan beberapa prioritas utama, kurangi gangguan yang tidak perlu, kelompokkan pekerjaan serupa, dan sisihkan waktu untuk menyelesaikan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
Istirahat singkat juga tidak harus dianggap sebagai penghambat produktivitas. Jeda dapat membantu seseorang melepaskan perhatian dari pekerjaan untuk sementara sebelum kembali fokus. Yang perlu diperhatikan adalah memastikan jeda benar-benar menjadi waktu pemulihan, bukan berubah menjadi sesi panjang membuka media sosial atau mengerjakan pekerjaan lain.
Jika seseorang mulai merasa bahwa hari kerja semakin panjang tetapi pekerjaan tidak kunjung selesai, mungkin masalahnya bukan kurangnya waktu. Bisa jadi beban kerja, prioritas, gangguan, atau kebutuhan untuk beristirahat yang perlu dievaluasi. Produktivitas yang sehat bukan tentang berapa lama seseorang mampu bekerja, melainkan seberapa efektif waktu dan energi digunakan tanpa mengorbankan kesehatan dan kehidupan di luar pekerjaan.
Bekerja lebih lama sesekali mungkin diperlukan ketika menghadapi tenggat atau situasi tertentu. Namun, jika lembur menjadi kebiasaan dan waktu istirahat terus dikorbankan, pola tersebut layak diperiksa kembali. Menjaga batas antara pekerjaan dan waktu pribadi bukan berarti kurang berdedikasi, tetapi dapat menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan performa dalam jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....