Dunia Mungkin Jahat, Mari Kita Telaah
- 15 Agt 2026 01:38 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon – Dunia belum jahat kalau kita belum merasakan bad feelings. Seperti kita diperlakukan baik karena ada maunya. Dicari karena butuh saja. Dimanfaatkan karena orang-orang tahu kita tidak sepemarah itu aslinya, seperti dilansir dari loadinginsightprocess.
Datang pas butuhnya saja. Baik kalau ada maunya saja, kalau tidak ada mau, ngomong sana sini, berkoar sana sini, fitnah sana sini, itulah human.
Diperlakukan baik cuma karena ada maunya. Rasanya sakit ya, saat kita kira mereka tulus, ternyata cuma lagi menyusun strategi. Kita dianggap “pintu” menuju tujuan mereka, bukan manusia yang punya perasaan. Tapi tenang, Allah tidak tidur. Kebaikan kita tidak akan tertukar, meski mereka datang dengan topeng.
Dicari karena butuh doang, lalu hilang tanpa kabar. Lucu ya, nama kita cuma muncul di notifikasi mereka saat dunia mereka lagi berantakan. Begitu mereka senang, kita dilupakan. Jangan sedih, itu tandanya kita adalah sosok “penolong” yang Allah kirim untuk mereka, meski mereka tidak tahu cara berterima kasih.
Dunia memang terasa jahat saat ketulusan dibalas tipu daya. Ada rasa sesak yang tidak bisa dijelaskan saat kita sadar kita cuma jadi “alat”. Rasanya ingin marah, tapi hati kecil bilang “biarkan saja”. Di momen inilah mental kita lagi ditempa habis-habisan oleh keadaan.
Kecewa adalah cara Allah menjauhkan kita dari orang yang salah. Mungkin lewat rasa sakit ini, Allah lagi menunjukkan siapa saja yang layak dipertahankan dan siapa yang cukup dijadikan pelajaran. Jangan menyesal jadi orang baik, menyesallah kalau kita kehilangan jati diri kita hanya karena perilaku buruk mereka.
Jangan berhenti jadi baik, tapi mulailah jadi tegas. Kita tidak perlu berubah jadi jahat untuk membalas mereka. Cukup pasang batasan. Kita berhak bilang “tidak” tanpa harus merasa bersalah. Allah mencintai orang-orang yang sabar, tapi Allah juga ingin kita menjaga diri kita sendiri.
Dunia mungkin jahat, tapi Allah Maha Adil. Biarkan mereka bangga dengan triknya, kita cukup fokus pada ketulusan kita. Segala bentuk pemanfaatan dan rasa sakit yang tanggung hari ini, akan Allah ganti dengan ketenangan yang tidak pernah mereka miliki. Semangat ya, kita hebat sudah bertahan sejauh ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....