Mengapa Kita Tidak Suka Diperintah?

  • 16 Jun 2026 13:53 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Pernah merasa ingin melakukan sesuatu justru karena dilarang? Fenomena ini dikenal sebagai psychological reactance. Dikutip dari Literatur psikologi sosial tentang Psychological Reactance Theory dalam psikologi, reactance adalah reaksi emosional yang muncul ketika seseorang merasa kebebasannya dibatasi atau dikendalikan.

Semakin kuat larangan yang diberikan, semakin besar keinginan untuk melanggarnya. Fenomena ini sering terlihat dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya, ketika orang tua terlalu keras melarang remaja bergaul dengan teman tertentu. Alih-alih menjauh, remaja tersebut justru semakin penasaran dan ingin tetap berhubungan dengan temannya.

Hal serupa juga terjadi dalam dunia pemasaran. Produk yang diberi label “stok terbatas” atau “edisi khusus” sering terlihat lebih menarik karena konsumen merasa kesempatan mereka akan segera hilang.

Menurut teori reactance, manusia memiliki kebutuhan dasar untuk merasa memiliki kendali atas pilihannya sendiri. Ketika kebebasan itu terancam, muncul dorongan psikologis untuk mempertahankannya.

Dalam hubungan sosial, reactance dapat menyebabkan konflik. Pasangan yang terlalu mengontrol sering membuat pasangannya merasa tertekan dan akhirnya melakukan perlawanan secara terbuka maupun diam-diam.

Di lingkungan kerja, atasan yang terlalu banyak mengatur tanpa memberikan ruang keputusan kepada karyawan juga berisiko menurunkan motivasi dan meningkatkan resistensi. Psikolog menyarankan agar komunikasi dilakukan secara kolaboratif, bukan memerintah.

Kalimat seperti “Bagaimana menurutmu?” atau “Mari kita diskusikan pilihan yang ada” biasanya lebih efektif dibandingkan instruksi yang bersifat memaksa. Memahami psychological reactance membantu kita melihat bahwa manusia pada dasarnya ingin dihargai sebagai individu yang memiliki kebebasan memilih.

Oleh karena itu, pendekatan yang menghormati otonomi seseorang cenderung menghasilkan hubungan yang lebih sehat dan produktif.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....