Mengenal Fenomena Carb Face dan Dampaknya pada Wajah

  • 08 Jul 2026 09:02 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Fenomena istilah carb face kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial karena dinilai dapat memengaruhi penampilan visual seseorang secara signifikan. Istilah ini merujuk pada perubahan kondisi wajah seperti terlihat lebih bengkak, kusam, serta hilangnya ketegasan garis rahang akibat pola makan harian yang kurang tepat.

Sebuah studi ilmiah pada tahun 2024 dari University of Montpellier di Prancis bahkan berhasil membuktikan kebenaran efek negatif dari tren kesehatan ini. Hasil riset tersebut menunjukkan bahwa tingkat konsumsi karbohidrat olahan (refined carbohydrates) yang tinggi berkaitan erat dengan penurunan penilaian daya tarik wajah seseorang.

Konsumsi karbohidrat olahan seperti roti putih, nasi putih, kukis, dan sereal secara berlebihan akan memicu lonjakan gula darah yang sangat cepat. Kondisi tersebut memaksa tubuh memproduksi hormon insulin dalam jumlah yang jauh lebih banyak demi menurunkan kadar glukosa dalam aliran darah.

Peningkatan hormon insulin ini kemudian mendorong organ ginjal untuk menahan lebih banyak natrium serta cairan di dalam jaringan tubuh. Akibat dari retensi cairan yang menumpuk tersebut, area wajah akan tampak membengkak secara instan dan garis rahang kehilangan bentuk idealnya.

Selain memicu pembengkakan, perubahan kadar gula darah yang terjadi secara fluktuatif juga menimbulkan efek jangka panjang yang merusak estetika kulit. Ketidakseimbangan ini memicu stres oksidatif serta peradangan mikro berulang yang secara perlahan merusak struktur kolagen alami pada kulit wajah.

Dampak dari rusaknya struktur kolagen tersebut membuat warna kulit wajah terlihat jauh lebih kusam serta kehilangan kesegaran alaminya. Tidak hanya itu, elastisitas kulit yang terus menurun secara drastis akan membuat garis-garis halus atau kerutan menjadi terlihat semakin jelas.

Langkah terbaik untuk mengatasi masalah ini bukanlah dengan menghentikan konsumsi karbohidrat sepenuhnya, melainkan dengan mengatur ulang keseimbangan isi piring makanan. Hal tersebut disarankan untuk memperbanyak asupan protein berkualitas tinggi, lemak baik, serta makanan kaya antioksidan guna mengembalikan kesegaran dan kesehatan aura wajah secara optimal.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....