Hati-Hati Kena Ghosting Orang dengan Kepribadian Ini

  • 08 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon: Ghosting adalah perilaku ketika seseorang tiba-tiba memutus komunikasi tanpa penjelasan yang jelas, baik dalam hubungan pertemanan, percintaan, maupun profesional. Fenomena ini semakin sering terjadi di era digital dan dapat dipengaruhi oleh berbagai karakter atau kepribadian pelakunya, mulai dari yang egois hingga impulsif."Penamaan istilah 'ghosting' menyiratkan bahwa perilaku ini menjadi cara normal untuk mengakhiri hubungan yang sudah tak lagi Anda minati," ujar psikolog Susan Albers seperti dilansir Cleveland Clinic,Minggu 7 Juni 2026.

Berdasarkan sebuah penelitian, 25 persen orang dewasa mengaku pernah menjadi korban ghosting oleh pasangan mereka. Fenomena ini terkadang terjadi secara mendadak tanpa indikasi apa pun, namun tidak jarang pula prosesnya berlangsung secara bertahap hingga komunikasi benar-benar terputus.

Agar anda terhindar dari perilaku ghosting yang menyesakkan, penting untuk mengenali beberapa ciri kepribadian seseorang sejak awal. Dengan begitu, anda dapat lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dan tidak mudah terjebak dalam situasi yang tidak memberikan kepastian.

Ghosting adalah perilaku ketika seseorang tiba-tiba memutus komunikasi tanpa penjelasan yang jelas, baik dalam hubungan pertemanan, percintaan, maupun profesional. Fenomena ini sering kali dipengaruhi oleh karakter dan kepribadian tertentu yang membuat seseorang lebih memilih menghilang daripada menghadapi situasi secara terbuka, seperti enam tipe berikut.

1. Egois

Pelaku ghosting dengan sifat egois cenderung lebih memprioritaskan kenyamanan dan kepentingan pribadi. Mereka sering mengabaikan perasaan orang lain karena fokus pada apa yang dianggap terbaik bagi diri sendiri.

2. Penghindar Konflik

Tipe ini merasa tidak nyaman menghadapi percakapan yang berpotensi menimbulkan ketegangan atau perdebatan. Daripada memberikan penjelasan, mereka memilih menghilang untuk menghindari konfrontasi.

3. Impulsif

Orang yang impulsif kerap mengambil keputusan secara spontan berdasarkan emosi sesaat. Akibatnya, mereka bisa tiba-tiba menghentikan komunikasi tanpa mempertimbangkan dampaknya bagi pihak lain.

4. Kurang Empati

Individu yang kurang empati sering kali tidak memahami atau tidak peduli terhadap perasaan orang lain. Mereka menganggap ghosting sebagai tindakan biasa tanpa menyadari luka emosional yang dapat ditimbulkannya.

5. Tidak Siap Berkomitmen

Saat hubungan mulai berkembang ke arah yang lebih serius, tipe ini merasa terbebani atau takut kehilangan kebebasan. Karena tidak siap menghadapi komitmen, mereka memilih menjauh tanpa penjelasan.

6. Tidak Bertanggung Jawab

Pelaku ghosting dengan karakter ini cenderung menghindari tanggung jawab atas keputusan dan tindakannya. Mereka memilih memutus komunikasi secara sepihak daripada menyelesaikan hubungan dengan cara yang lebih dewasa dan jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....