Meneladani Rasulullah Hadapi Ekonomi Sulit dengan Kesabaran dan Kebersamaan

  • 20 Jun 2026 09:24 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon – Tantangan ekonomi yang semakin dirasakan masyarakat belakangan ini mendorong perlunya sikap bijak dalam mengelola kehidupan sehari-hari. Dalam ajaran Islam, Rasulullah SAW telah memberikan teladan tentang cara menghadapi kesulitan ekonomi dengan kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.

Ustadz Ikhsan Tobi'i mengajak masyarakat meneladani kehidupan Rasulullah SAW dalam menghadapi kesulitan ekonomi dengan mengedepankan kesabaran, optimisme, dan kebersamaan. Pesan tersebut disampaikannya dalam program Mutiara Pagi Interaktif RRI Cirebon, Kamis 18 Juni 2026.

Menurutnya kondisi ekonomi yang berat seperti kenaikan harga kebutuhan pokok bukanlah hal baru dalam sejarah kehidupan umat Islam. Rasulullah SAW dan masyarakat Madinah juga pernah menghadapi situasi serupa dengan tetap mengedepankan nilai-nilai ketakwaan dan solidaritas sosial.

Ia mengutip firman Allah dalam Surah At-Talaq ayat 2-3 yang menjanjikan jalan keluar dan rezeki bagi orang-orang yang bertakwa. Pesan tersebut dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini yang tengah menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

"Siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan menganugerahkan kepadanya rezeki dari arah yang tidak disangka dan tidak diduga," ujarnya.

Ia menjelaskan, Rasulullah tidak mengajarkan umatnya untuk panik ketika menghadapi kesulitan ekonomi. Sebaliknya, Rasulullah mengajarkan sikap sabar, saling membantu, dan memperkuat kebersamaan dalam masyarakat.

Ia mencontohkan hadis Rasulullah yang menyebut makanan satu orang dapat mencukupi dua orang dan makanan dua orang dapat mencukupi empat orang. Menurutnya, hadis tersebut mengandung pesan penting tentang semangat berbagi dan gotong royong ketika menghadapi masa sulit.

"Kesulitan ekonomi tidak boleh menjadikan kita saling menjatuhkan, menghalalkan segala cara. Justru pada saat seperti inilah semangat gotong royong saling membantu dan berbagi kepada sesama harus kemudian diperkuat," katanya.

Selain itu, Ia mengingatkan para pelaku usaha dan pedagang untuk tetap menjaga kejujuran serta amanah dalam menjalankan usaha. Ia menegaskan bahwa praktik penimbunan barang, manipulasi timbangan, maupun pengambilan keuntungan berlebihan dapat memperparah kesulitan ekonomi masyarakat.

Ia mengajak masyarakat menerapkan nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia berharap masyarakat dapat menghadapi tekanan ekonomi dengan penuh kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian terhadap sesama.

"Mari kita teladani hidup sederhana dan penuh kebersamaan sebagaimana yang diajarkan oleh Rasul saat menghadapi kondisi ekonomi yang sulit," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....