Emotional Validation, Pentingnya Merasa Dipahami
- 16 Jun 2026 13:30 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Emotional Validation, Pentingnya Merasa Dipahami
RRI.CO.ID, Cirebon - Ketika seseorang sedang sedih, sering kali yang dibutuhkan bukan solusi, melainkan perasaan bahwa emosinya dipahami. Dalam psikologi, hal ini disebut emotional validation.
Dikutip dari Literatur psikologi klinis dan psikologi perkembangan emotional validation adalah proses mengakui dan menerima emosi seseorang tanpa menghakimi atau meremehkannya. Validasi bukan berarti setuju dengan semua tindakan seseorang, tetapi mengakui bahwa perasaannya nyata dan penting.
Contoh sederhana terjadi ketika seorang teman mengeluh karena gagal mendapatkan pekerjaan. Respons seperti “Sudahlah, jangan lebay” termasuk bentuk invalidasi. Sebaliknya, kalimat “Aku mengerti kenapa kamu kecewa, itu memang situasi yang berat” merupakan bentuk validasi emosional.
Penelitian menunjukkan bahwa validasi emosi dapat membantu mengurangi stres, meningkatkan rasa aman, dan memperkuat hubungan interpersonal. Ketika seseorang merasa didengar, ia cenderung lebih tenang dan terbuka untuk mencari solusi.
Dalam keluarga, emotional validation berperan besar dalam perkembangan anak. Anak yang emosinya diakui biasanya lebih mampu mengenali dan mengelola perasaannya ketika dewasa.
Sebaliknya, invalidasi yang terus-menerus dapat membuat seseorang merasa tidak dipahami, menarik diri dari lingkungan sosial, bahkan mengalami kesulitan mengungkapkan emosi. Di era digital saat ini, banyak orang mencari validasi melalui media sosial.
Namun validasi yang paling sehat tetap berasal dari hubungan nyata yang penuh empati dan komunikasi terbuka. Para psikolog menekankan bahwa kemampuan memvalidasi emosi dapat dilatih.
Langkah pertama adalah mendengarkan tanpa langsung menghakimi atau memberikan nasihat. Dengan memahami emotional validation, masyarakat dapat membangun hubungan yang lebih hangat, empatik, dan mendukung kesehatan mental bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....