Perfeksionisme: saat Keinginan Menjadi Sempurna Justru Menyiksa
- 16 Jun 2026 08:33 WIB
- Cirebon
Poin Utama
- Perfeksionisme: Saat Keinginan Menjadi Sempurna Justru Menyiksa
RRI.CO.ID, Cirebon - Banyak orang menganggap perfeksionisme sebagai sifat positif. Sekilas, keinginan untuk menghasilkan pekerjaan terbaik memang terlihat menguntungkan.
Namun, ketika tuntutan untuk selalu sempurna menjadi berlebihan, perfeksionisme justru dapat merugikan kesehatan mental. Dilansir dari psychology today perfeksionisme adalah kecenderungan menetapkan standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri.
Seseorang merasa segala sesuatu harus berjalan tanpa kesalahan. Ketika hasil yang dicapai tidak sesuai harapan, mereka cenderung merasa gagal meskipun sebenarnya telah berprestasi.
Penyebab perfeksionisme bisa berasal dari pola asuh, lingkungan yang kompetitif, pengalaman masa kecil, atau tekanan sosial. Di era media sosial, banyak orang merasa harus selalu tampil sempurna di hadapan orang lain.
Dampaknya cukup luas. Perfeksionisme dapat memicu stres, kecemasan, kelelahan, bahkan prokrastinasi. Ironisnya, ketakutan membuat kesalahan sering membuat seseorang menunda pekerjaan karena khawatir hasilnya tidak sempurna.
Cara menyikapinya adalah dengan menerima bahwa kesalahan merupakan bagian dari proses belajar. Fokuslah pada kemajuan, bukan kesempurnaan.
Selain itu, tetapkan target yang realistis dan rayakan setiap perkembangan kecil yang berhasil dicapai. Belajar memberikan toleransi terhadap diri sendiri juga merupakan langkah penting.
Kesuksesan tidak selalu ditentukan oleh hasil yang sempurna, tetapi oleh keberanian untuk terus mencoba dan berkembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....