Kenapa Banyak Orang Menunda Balas Pesan?

  • 13 Jun 2026 10:15 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Di era digital yang serba cepat, membalas pesan seharusnya menjadi hal yang mudah dilakukan. Namun, tidak sedikit orang yang sengaja atau tanpa sadar menunda membalas pesan, bahkan ketika mereka sudah membaca notifikasi yang masuk.

Fenomena ini semakin umum terjadi, terutama di tengah padatnya aktivitas dan tingginya penggunaan media sosial. Salah satu alasan utama seseorang menunda membalas pesan adalah kelelahan mental.

Setelah seharian berinteraksi dengan banyak orang, baik melalui pekerjaan maupun media sosial, sebagian orang merasa tidak memiliki energi untuk merespons pesan secara langsung. Mereka memilih menunda hingga merasa lebih siap untuk memberikan jawaban yang dianggap tepat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Computers in Human Behavior menunjukkan bahwa komunikasi digital yang terus-menerus dapat menimbulkan tekanan psikologis. Banyaknya pesan yang masuk dalam waktu bersamaan membuat seseorang merasa kewalahan, sehingga memilih menunda respons sebagai cara untuk mengurangi beban mental.

Selain itu, keinginan untuk memberikan jawaban yang sempurna juga menjadi penyebab umum. Beberapa orang membutuhkan waktu untuk memikirkan respons yang tepat, terutama jika pesan yang diterima berkaitan dengan pekerjaan, keputusan penting, atau topik yang sensitif.

Akibatnya, pesan yang awalnya ingin dibalas nanti justru terlupakan. Faktor kesibukan juga tidak bisa diabaikan.

Notifikasi sering muncul saat seseorang sedang bekerja, belajar, atau melakukan aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi. Meski sempat membaca pesan, mereka memilih fokus pada tugas yang sedang dikerjakan dan berencana membalasnya kemudian.

Di sisi lain, muncul fenomena yang dikenal sebagai message fatigue atau kelelahan akibat komunikasi digital. Menurut para peneliti komunikasi, banyaknya grup percakapan, notifikasi aplikasi, dan tuntutan untuk selalu terhubung membuat sebagian orang sengaja mengurangi intensitas komunikasi online demi menjaga kenyamanan diri.

Menunda membalas pesan tidak selalu berarti mengabaikan atau tidak menghargai pengirim. Dalam banyak kasus, hal tersebut lebih berkaitan dengan manajemen waktu, kondisi emosional, atau kebutuhan untuk beristirahat dari arus komunikasi yang tidak pernah berhenti. Meski demikian, komunikasi yang baik tetap penting untuk menjaga hubungan sosial maupun profesional.

Jika membutuhkan waktu untuk membalas, memberikan respons singkat seperti "nanti saya balas ya" dapat menjadi solusi sederhana agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Dengan memahami alasan di balik kebiasaan ini, masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi keterlambatan balasan pesan di era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....