Cara Bijak Menghadapi Orang Pelit tanpa Merusak Hubungan

  • 09 Mei 2026 11:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Berinteraksi dengan orang yang sangat perhitungan atau pelit sering kali menguji kesabaran. Sifat ini bukan sekadar masalah hemat, melainkan keengganan kronis untuk berbagi bahkan dalam situasi sosial yang wajar.

Sebuah penelitian dalam jurnal Psychological Science menunjukkan bahwa perilaku pelit sering kali berakar dari rasa takut akan kehilangan kendali atau kecemasan yang mendalam terhadap masa depan. Sebenarnya bisa jadi mereka tidak berniat bersikap jahat (pelit), melainkan hanya sedang bergelut dengan rasa tidak aman yang membuat mereka merasa harus menggenggam erat setiap hal yang mereka miliki.

Seorang psikolog Dr. Christian Jarrett dalam ulasannya menjelaskan bahwa sifat kikir sering berkaitan dengan rendahnya tingkat agreeableness dalam skala kepribadian Big Five. Hal ini menjelaskan mengapa mereka sering kali tampak kurang peka terhadap norma sosial, karena fokus utama mereka adalah diri sendiri.

Memahami cara menyikapinya tanpa merusak hubungan atau kesehatan mental adalah sebuah keterampilan sosial yang penting. Oleh karena itu, diperlukan cara yang melibatkan ketegasan sekaligus empati agar kita tetap tenang dalam menghadapi perilaku tersebut.

Terapkan Batasan

Langkah pertama yang paling krusial adalah menetapkan batasan yang tegas. Jangan membiarkan diri terus-menerus menjadi "penyandang dana" dalam interaksi sosial.

Saat berencana makan di luar, sepakati sistem split bill atau bayar masing-masing sejak awal untuk menghindari kecanggungan saat tagihan datang. Ketegasan ini mencegah timbulnya rasa eksploitasi.

Turunkan Ekspektasi

Jangan banyak berekspektasi saat berinteraksi atau bergaul dengan orang pelit. Sering kali kekecewaan muncul karena kita berharap orang lain akan bersikap royal sebagaimana kita memperlakukan mereka.

Dengan menerima bahwa kedermawanan bukanlah bahasa kasih mereka, anda dapat berinteraksi dengan lebih lapang dada tanpa terus-menerus merasa kecewa atau tidak dihargai. Sikap ini memungkinkan anda untuk tetap menjaga ketenangan batin sekaligus menjaga kualitas hubungan sosial yang tetap harmonis.

Jujur tapi Sopan

Komunikasi yang jujur namun sopan juga diperlukan. Jika perilaku pelit mereka mulai merugikan secara finansial atau emosional, bicarakan dengan cara yang tidak menyudutkan.

Fokuslah pada bagaimana perilaku tersebut memengaruhi hubungan, bukan menyerang karakter mereka secara personal. Pendekatan yang objektif akan membantu mereka memahami dampak tindakannya tanpa merasa diserang secara pribadi saat sedang berdiskusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....