Fenomena Pick Me dan Haus Validasi di Media Sosial

  • 27 Apr 2026 09:10 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Istilah "Pick Me" sering menjadi slang yang populer di media sosial untuk menggambarkan perilaku seseorang yang haus akan validasi. Fenomena ini biasanya merujuk pada individu yang berusaha keras menunjukkan bahwa mereka tidak seperti orang lain demi mendapatkan pujian atau perhatian dari lawan jenis.

Dilansir dari Halodoc, istilah pick me digunakan untuk menggambarkan perempuan yang berusaha mendapatkan perhatian atau validasi dari laki-laki (atau kelompok tertentu) dengan menunjukkan bahwa dirinya berbeda dari perempuan lain.

Secara psikologis, perilaku ini berakar dari keinginan mendalam untuk diterima dan dianggap istimewa dalam suatu kelompok sosial. Mereka seringkali merendahkan kebiasaan umum yang dilakukan orang lain agar terlihat memiliki standar yang lebih tinggi atau kepribadian yang lebih unik dan langka.

Salah satu contoh perilaku pick me adalah komentar mengenai selera minuman, seperti merendahkan mereka yang suka matcha manis dan membanggakan diri karena hanya suka matcha pahit. Hal-hal sepele seperti ini dijadikan senjata untuk membangun citra bahwa diri mereka lebih autentik dibandingkan orang kebanyakan yang dianggap hanya mengikuti arus.

Meskipun seorang pick me pasti dianggap caper (cari perhatian), namun tidak semua orang yang cari perhatian bisa dikategorikan sebagai pick me. Perbedaan utamanya terletak pada cara mereka merendahkan kaumnya sendiri atau kelompok tertentu untuk menaikkan nilai diri di mata orang yang mereka incar atensinya.

Dampak dari label ini di media sosial cukup masif, karena sering kali memicu perdebatan mengenai batasan antara memiliki preferensi pribadi dan perilaku manipulatif. Banyak orang kini menjadi lebih waspada dan skeptis terhadap pernyataan-pernyataan yang terkesan terlalu membedakan diri secara paksa di ruang publik.

Pada akhirnya, menjadi diri sendiri yang apa adanya jauh lebih dihargai daripada membangun personal palsu demi mendapatkan pengakuan sesaat. Validasi terbaik seharusnya datang dari dalam diri sendiri, bukan dengan cara menjatuhkan pilihan atau gaya hidup orang lain demi terlihat menonjol.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....