Lima Tahapan Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Hidupnya

  • 08 Apr 2026 09:20 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - “Masalah” kerap kali diartikan sebagai hal yang mengganggu atau bernuansa negatif. Namun di balik itu, masalah yang dihadapi sejatinya adalah tantangan untuk bisa “Level Up” secara mentalitas dalam menghadapi hidup untuk mencapai asa yang diinginkan.

Sejatinya, tujuan menghadapi masalah bukan selalu menyelesaikannya, tapi bertumbuh karenanya, seperti dilansir dari fikrisuhardi. Resiliensi bisa dimiliki jika kita terbiasa untuk berusaha mengurai, menyelesaikan, dan beradaptasi dengan masalah-masalah yang ada.

Dalam teori psikologi ini bagian dari proses problem solving dan resiliensi. Ada lima tahapan yang bisa kita pahami:

1. Overthinking (Masalah dianggap rumit)

Siswa akan merasa bahwa masalahnya rumit, sehingga ia dihadapkan pada sebuah ketakutan. Momen ini sangat penting karena ia menyadari bahwa ada masalah yang sedang dihadapi, setelah itu penting untuk mulai menceritakan atau menuliskan masalah yang sedang dihadapinya.

2. Identifying (Masalah mulai terurai)

Siswa mulai mengidentifikasi masalah yang dihadapi mulai dari penyebab, analisis, sampai kepada bagaimana cara memulai untuk menyelesaikannya. Bantuan dari guru dan orang tua atau teman sebaya sangat penting di bagian ini dalam konteks bimbingan dan konseling.

3. Execution (Masalah mulai diselesaikan)

Siswa mulai mengeksekusi solusi dari penguraian masalah yang telah dihadapinya. Perlahan tapi pasti, mulai melakukan aksi meski ada yang gagal pun ada yang berhasil.

4. Adjust (Adaptasi penyelesaian masalah)

Siswa akan beradaptasi dengan kondisi proses dan pasca menyelesaikan masalah, tentu ada pikiran dan emosi yang bergejolak sehingga membuat dirinya perlu penyesuaian terhadap lingkungan. Namun di tahap ini juga sangat krusial, perlu apresiasi dan penguatan agar siswa memahami bahwa prosesnya sudah berjalan.

5. Resilience (Mentalitas meningkat dari masalah)

Siswa anak “naik level” secara mentalitas menghadapi masalah. Memiliki pola penyesuaian terhadap masalah sehingga memiliki growth mindset agar semakin kuatnya resilience.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....