Hubungan Decluttering dan Kesehatan Mental
- 02 Apr 2026 17:19 WIB
- Cirebon
RRI.CO.ID, Cirebon - Di tengah rutinitas yang padat, banyak orang berusaha menjaga kesehatan dengan berbagai cara. Namun, satu hal sederhana sering terlewat adalah kondisi lingkungan sekitar. Tanpa disadari, rumah atau kamar yang berantakan bisa menjadi pemicu stres yang terus menumpuk. Di sinilah decluttering berperan, bukan hanya sebagai aktivitas bersih-bersih, tapi juga sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental.
Secara psikologis, lingkungan yang penuh barang dapat membebani otak. Ketika terlalu banyak stimulus visual hadir dalam satu waktu, otak harus bekerja lebih keras untuk memprosesnya. Hal ini membuat kita lebih mudah lelah, sulit fokus, dan rentan merasa kewalahan. Tidak heran jika berada di ruangan yang berantakan sering membuat suasana hati ikut tidak stabil.
Sejumlah penelitian memperkuat hal ini. Studi dari Princeton University Neuroscience Institute menemukan bahwa terlalu banyak barang di sekitar dapat mengganggu konsentrasi. Sementara itu, penelitian dari UCLA Center on Everyday Lives of Families menunjukkan bahwa lingkungan rumah yang berantakan berkaitan dengan peningkatan hormon stres, seperti kortisol.
Decluttering hadir sebagai solusi sederhana yang sering diremehkan. Saat kita mulai memilah dan mengurangi barang, kita sebenarnya sedang mengurangi beban visual yang selama ini memenuhi pikiran. Proses ini memberi efek lega, seolah-olah ada ruang baru yang tercipta bukan hanya di rumah, tetapi juga di dalam kepala.
Menariknya, decluttering juga berkaitan dengan emosi. Banyak orang menyimpan barang karena alasan sentimental, bukan karena fungsi. Barang lama sering kali menjadi simbol kenangan atau rasa aman. Namun, terlalu banyak keterikatan justru bisa menghambat kita untuk move on. Dengan decluttering, kita belajar bahwa tidak semua kenangan harus disimpan dalam bentuk fisik.
Setelah melakukan decluttering, efek yang dirasakan sering kali lebih dari sekadar rumah yang rapi. Pikiran terasa lebih jernih, emosi lebih stabil, dan tingkat stres menurun. Lingkungan yang teratur memberikan rasa kontrol, yang sangat penting untuk menjaga keseimbangan mental di tengah kehidupan yang serba cepat.
Tidak hanya itu, decluttering juga berdampak pada produktivitas. Ruang yang bersih dan terorganisir membantu kita lebih fokus dalam bekerja atau beraktivitas. Tanpa distraksi visual, energi bisa dialihkan ke hal-hal yang benar-benar penting.
Untuk memulai, tidak perlu langsung merombak seluruh rumah. Mulailah dari area kecil seperti meja kerja, lemari, atau tas harian. Gunakan prinsip sederhana simpan yang dibutuhkan, lepaskan yang tidak. Lakukan secara bertahap agar tidak terasa berat.
Pada akhirnya, hubungan antara decluttering dan mental health memang sering tidak disadari, tetapi dampaknya sangat nyata. Dengan merapikan ruang, kita juga sedang merapikan pikiran. Di tengah hidup yang penuh tekanan, mungkin ketenangan bukan datang dari memiliki lebih banyak, melainkan dari berani melepaskan yang tidak lagi dibutuhkan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....