Bertemu Teman Bisa Bantu Tingkatkan Mood

  • 27 Agt 2026 20:30 WIB
  •  Cirebon

RRI.CO.ID, Cirebon - Setelah menjalani hari yang padat, bertemu teman sering kali terasa seperti cara sederhana untuk mengembalikan suasana hati. Ngobrol, makan bersama, berjalan-jalan, atau sekadar duduk tanpa melakukan banyak hal dapat membuat seseorang merasa lebih ringan. Pengalaman tersebut bukan hanya soal hiburan, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan manusia untuk terhubung secara sosial.

Salah satu penjelasannya adalah dukungan sosial. Ketika seseorang berbicara dengan teman yang dipercaya, ia memiliki ruang untuk menceritakan pengalaman, mendapatkan perspektif lain, atau sekadar merasa didengarkan. Penelitian yang diterbitkan dalam World Psychiatry menunjukkan bahwa hubungan sosial yang positif berkaitan dengan kesehatan mental yang lebih baik, sementara kesepian dan isolasi sosial dapat menjadi faktor risiko bagi berbagai masalah kesehatan mental.

Bertemu secara langsung juga dapat memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar bertukar pesan. Interaksi tatap muka memungkinkan munculnya berbagai isyarat sosial, seperti ekspresi wajah, intonasi suara, dan bahasa tubuh. Dalam studi yang diterbitkan di Nature Communications, peneliti menemukan bahwa interaksi sosial tatap muka dapat meningkatkan kedekatan dan kualitas hubungan dibandingkan interaksi yang dilakukan melalui media digital dalam konteks tertentu.

Percakapan dengan teman juga dapat membantu seseorang mengubah cara melihat sebuah masalah. Ketika sedang stres, pikiran bisa terjebak pada satu sudut pandang. Teman yang mendengarkan dapat membantu memberikan perspektif berbeda atau membuat masalah terasa lebih mudah dihadapi. Namun, tidak semua percakapan harus membahas masalah. Humor, cerita sehari-hari, dan aktivitas sederhana bersama juga dapat menciptakan pengalaman positif.

Ada pula hubungan antara interaksi sosial dan aktivitas fisik. Bertemu teman sering kali melibatkan berjalan kaki, pergi ke taman, berolahraga, atau sekadar keluar rumah. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut aktivitas fisik dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental dan membantu mengurangi gejala depresi serta kecemasan.

Meski begitu, tidak semua pertemuan sosial otomatis membuat mood lebih baik. Kualitas hubungan menjadi faktor penting. Bertemu dengan orang yang membuat seseorang merasa dihakimi, tertekan, atau tidak nyaman justru dapat menambah beban psikologis. Penelitian mengenai hubungan sosial menunjukkan bahwa kualitas interaksi dan rasa aman dalam hubungan sama pentingnya dengan sekadar memiliki banyak kontak sosial.

Menariknya, seseorang juga tidak harus memiliki banyak teman untuk mendapatkan manfaat dari hubungan sosial. Beberapa hubungan yang dekat dan suportif dapat lebih berarti daripada banyak hubungan yang dangkal. Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan dalam Public Library of Science menemukan bahwa hubungan sosial yang lebih kuat berkaitan dengan kemungkinan kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Penelitian tersebut menganalisis 148 studi dan lebih dari 300 ribu peserta.

Karena itu, ketika mood sedang menurun, bertemu teman yang dipercaya bisa menjadi salah satu pilihan sederhana. Tidak perlu selalu membuat rencana besar atau menghabiskan banyak uang. Minum kopi di rumah, berjalan kaki bersama, makan siang, atau mengobrol selama beberapa puluh menit sudah dapat menjadi kesempatan untuk terhubung dan keluar sejenak dari rutinitas.

Namun, pertemanan bukan pengganti bantuan profesional ketika seseorang mengalami masalah kesehatan mental yang berat atau berlangsung lama. Jika suasana hati terus memburuk, mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, mencari bantuan tenaga profesional tetap penting. Pertemuan dengan teman dapat menjadi bagian dari sistem dukungan, tetapi bukan satu-satunya solusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....